Beranda Hot News Para Dokter Tolak Potongan Jasa Medis BPJS

Para Dokter Tolak Potongan Jasa Medis BPJS

225
0
BERBAGI

Para dokter di RSUD Langsa protes keras pada pihak manajemen RSUD Langsa, terkait pemotongan uang jasa medis BPJS sebesar 8 – 10 persen dari total yang diterima masing-masing dokter dan perawat. Dihubungi obyektif.com, baru-baru ini, dokter Akbar, pengelola uang BPJS di RSUD Langsa mengungkapkan, seharusnya Desember 2015 lalu, uang jasa medis sudah diberikan pada para dokter dan perawat. “BPJS tidak pernah terlambat membayar, dan jika terlambat 3 hari saja, pihak BPJS akan membayar denda. Saya sudah menyelesaikan tugas saya yaitu mengajukan klaim sampai bulan Desember 2015,” tuturnya.

Menurut dia, justeru pihak manajemen RSUD sengaja menundanya, sampai tanggal 4 Januari 2016. Anehnya lagi, tiba- tiba keluar SK baru yang isinya ada pemotongan uang jasa medis untuk SDM, Dewan Pngawas, Bina Lingkungan, dan pengelola JKN. ” Dengan SK baru tersebut uang jasa medis BPJS yang dipotong oleh pihak manajemen RSUD Langsa, sedikitnya bisa mencapai Rp.100 juta untuk sub bidang masing-masing,” ungkap dokter Akbar.

Dokter Akbar lebih lanjut mengatakan SK baru tahun 2016 itu dikeluarkan secara sepihak oleh manajemen RSUD langsa. Bahkan dirinya yang juga adalah bagian dari manajemen tidak mengetahui adanya perubahan peraturan dan keluarnya SK baru itu.  Seharusnya sebelum SK dikeluarkan harus ada kesepakatan bersama oleh para dokter, perawat, pengelola dan semua pihak di RSUD. Karena itu semua pihak menolak SK baru tersebut. Apalagi, peraturan dalam SK tahun 2016 itu, digunakan untuk pembagian uang jasa medis tahun sebelumnya yaitu tahun 2015. “Mengapa harus menunggu keluar SK baru tahun 2016, untuk pencairan pembayaran uang jasa medis tahun 2015,” tambahnya.

Banta, suami salah seorang perawat mengungkapkan, para-medis di RSUD  Langsa dituntut bekerja yang baik, siang dan malam melayani pasien yang sakit, tetapi hak- hak mereka sering diabaikan, mereka dizalimi, katanya. ” Tenaga mereka ibaratnya dikuras, tetapi haknya malah diperas,” tambahnya sengit. Padahal uang jasa medis itu adalah harapan mereka terutama bagi perawat honor dan tenaga wiyata bakti. Oleh karena itu, Banta mengharapkan, Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUD Langsa bisa lebih bersikap kritis dan aktif dalam memperjuangkan hak- hak perawat.

Sebelumnya seribuan orang perawat di RSUD Langsa merasa resah karena sudah 3 bulan tidak menerima uang jasa medis BPJS. Sejak bulan Oktober sampai Desember 2015, uang jasa medis tersebut tidak dibayar oleh pihak RSUD Langsa. Rata- rata satu orang perawat menerima sedikitnya Rp 2 juta per bulan. Salah seorang perawat,  Syarifuddin, saat dikonfirmasi obyektif.com, membenarkan hal tersebut. Sudah 3 bulan dirinya tidak menerima uang jasa medis BPJS. Padahal uang tersebut sangat dibutuhkan keluarganya. “Uang tersebut untuk keperluan hidup sehari-hari. Banyak kebutuhan apalagi istri saya baru melahirkan dan ada rencana mau turun tanah anak saya, jadi uang hak saya itu sangat saya butuhkan,” ucap Syarifuddin, yang sudah mengabdi sebagai perawat selama 22 tahun di RSUD Langsa.

Ridwan,  staf penunjang medis RSUD langsa, juga mengaku bahwa uang jasa medis BPJS sejak Oktober 2015 sampai saat ini, belum dibayar. Ridwan sudah mengabdi di RSUD selama 17 tahun. Sementara perawat- perawat di rumah sakit umum daerah lain seperti Rumah Sakit Umum Aceh Timur, uang jasa medis BPJS sudah dibayar. Sedangkan perawat di RSUD Langsa sampai berita ini diturunkan, tetap belum ada kejelasan, kapan uang hak perawat tersebut akan diberikan. (Mustafa Rani).

——————————————

0

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here