Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
JATENG GUIDE5 Komentar  |  1262 Pembaca

DURIAN CANDY MAGELANG DIGEMARI TURIS ASING
Ditulis Oleh :Totok Magdiana, Pada Tanggal : 30 - 07 - 2011 | 15:24:55

Jarang yang tahu, kalau ada  buah “Durian Candy” di Magelang yang merupakan jenis unggulan. Bayangkan, besarnya untuk per-bijinya hampir satu dada orang dewasa, ketika durian itu diangkat. Rasanya, sangat sesuai dengan lidah para penggemar buah durian, manis, agak-agak pahit. Pohon durian yang buahnya besar ini, tersebar di beberapa desa, di antaranya dusun Ngreno,  Desa Sonorejo, Surojoyo dan Giyanti, kesemuanya masuk Kecamatan Candi Mulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

 

Luasnya mencapai puluhan hektar.Tohirin salah satu petani buah durian di Candi Mulyo, ketika diwawancara wartawan Obyektif Cyber Magazine, Totok Magdiana, di lokasi kebunnya, baru-baru ini mengatakan, dia melakoni bertani buah durian sudah 15 tahun lamanya. Dibantu istrinya, Narti dan anak gadisnya, Priyati, serta seorang anak lelakinya, setiap hari bisa menjual sampai 400 buah durian masak. Harganya bervariasi, antara Rp 30 ribu sampai Rp.50 ribu. Buahnya kuning dan sangat lezat.

 

Pembelinya, rata-rata orang dari luar daerah, termasuk para turis manca negara, juga gemar akan buah durian ini. Disamping itu banyak juga para tengkulak buah durian yang datang ke lokasi. Kalau hari libur, biasanya hari minggu, dan tanggal merah lainnya, Candi Mulyo banyak didatangi para penggemar durian. Bisa beli di dasaran, tetapi bisa juga beli ketika masih di pohon. Mungkin sambil berekreasi, karena desa ini memang sejuk dan indah pemandangannnya, karena berada di lereng Gunung Merbabu.

  

Data yang dihimpun wartawan Obyektif Cyber Magazine menyebutkan, Kecamatan Candimulyo luas wilayahnya 4.695 Hektar pada ketinggian sekitar 437 dpl, dibagi menjadi 19 desa. Dari Kantor Kabupaten Magelang berjarak sekitar 17 KM. Sebagian besar penduduk hidup dari bertani. Walau sebagian area persawahan, tetapi hanyalah sawah tadah hujan. Meski begitu hasil pertanian Candimulyo termasuk lumayan.

 

Sebetulnya, Candimulyo pernah menjadi penghasil ketela terbesar di wilayah Kabupaten Magelang. Wajar jika Candimulyo terkenal dengan home industri pothel dan criping telo di Desa Tempak, karena di wilayah ini sangat mudah mendapatkan bahan baku utama pothel dan criping telo. Selain digunakan di wilayah sendiri, ketela-ketela ini juga menjadi suplay utama untuk industri-industri jajanan khas Magelang, gethuk.

 

Selain ketela, Candimulyo terkenal karena durian. Saat-saat tertentu Candimulyo ramai dikunjungi orang dari wilayah lain untuk mencicipi durian segar, dari pohon-pohon durian yang tersebar di Candimulyo. Desa yang terkenal duriannya di Candimulyo adalah desa Sonorejo, Surojoyo, dan Giyanti walaupun di desa-desa lain secara umum kualitas duriannya hampir sama.

 

Durian dari Candimulyo menjadi spesial karena buahnya yang besar, daging tebal, rasa manis khas durian unggulan, manis-manis pahit, serta pongge (bijih durian) kecil. Pohon durian selama berbuah, tidak disuntik dengan bahan-bahan kimia, hanya dilakukan perawatan-perawatan alami.

 

Sementara itu, Ferly Hermana dari Badan Tenaga Nuklir (Batan), mengemukakan, durian Magelang yang unggul ini juga akan dicoba dengan rekayasa genetika, melalui teknik mutasi, menggunakan energi radiasi. Sekarang yang paling populer dan nyata pengaruhnya dalam teknik mutasi tanaman, adalah penggunaan energi sinar yang bersumber pada radiasi gamma (cobalt/cesium)..

Oleh karena itu, untuk memanfaatkan teknologi dan peluang bisnis buah durian unggulan Magelang, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat, melakukan uji penggunaan radiasi pada tanaman durian. Khusus pengembangan usaha durian varietas unggul baru yang spesifik di lokasi Magelang, kalau dikembangkan dengan teknologi rekayasa genetika, hasilnya akan lebih menjanjikan.

Di super-super market, durian terkenal yang dijual adalah Durian Monthong (Thailand), Otong (Jawa Barat), Petruk (Jepara) dan lain-lain. Durian Kabupaten Magelang, Candy, belum populer. Memang buahnya cukup besar dan beberapa di antaranya  unggul di rasanya dan ukuran buah. Rasanya enak, manis-manis pahit, daging cukup tebal, tetapi bijinya masih tergolong besar bila dibanding dengan Monthong-nya Thailand.

Sehingga durian Monthong dari Negeri Gaja Putih, dinilai masih tetap unggul. Bisanya unggul karena dulu durian Monthong juga hasil rekayasa genetik, hingga hasilnya sebagus sekarang. Peneliti Batan sudah mulai mengkaji kemungkinan penggunaan teknologi radiasi, untuk tanaman durian di Magelang, sejak tahun 2007 lalu.

Sasarannya untuk memperbaiki jenis durian yang asli dari Dusun Ngreno, Candi Mulyo itu, agar mutunya lebih mendekati keinginan dan selera  konsumen, namun harga lebih kompetitif di banding durian import yang ada. Namun, berhasil atau tidak, semua sangat tergantung pada semua pihak yang  mempunyai akses terhadap kemajuan itu sendiri. Kita tunggu saja hasilnya. (Totok Magdiana)

                                      ---------------------------------------

CANDI PRASEJARAH DI CANDI MULYO

Tidak hanya durian saja potensi yang dimiliki Candi Mulyo. Potensi wisata di Candimulyo sangatlah potensial, jika dikembangkan lebih jauh. Beberapa bangunan candi dan peninggalan bersejarah dari peradaban nenek moyang diketemukan di Candimulyo. Nama Candimulyo itupun karena di wilayah ini terdapat bangunan candi besar yang sudah terkubur dan yang hanya terlihat adalah puncak candinya saja.

 

Menurut penuturan penduduk yang sudah tua-tua di wilayah ini, dibandingkan Candi Borobudur, candi yang terkubur dalam tanah di Candi Mulyo ini, usianya lebih tua. Mungkin saja candi zaman pra-sejarah. Namun sampai sekarang, belum ada penelitian mengenai hal itu. Memang menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Kepurbakalaan.

 

Selain candi, di wilayah ini  terdapat juga wisata budaya yang hanya ada sekali setahun, nyadran di Dusun Gupitan. Menurut cerita turun-temurun, di pekuburan Dusun Gupitan inilah terdapat makam Pangeran Candra Bumi. Beberapa sumber air di wilayah Candimulyo disakralkan oleh warga sekitar candi dan daerah-daerah lain.

 

Di desa Bateh terdapat seni tari Dayakan atau disebut Topeng Ireng. Seni tari ini mengisahkan perjuangan seorang pertapa untuk membuka lahan hutan untuk dijadikan pemukiman, di mana di hutan tersebut terdapat manusia rimba. Pertapa tersebut melawan para manusia rimba dan mengajari mereka untuk hidup sebagai manusia biasa. Mengajak mereka membuka hutan, membuka lahan pertanian, dan mengajari seni bela diri.

 

Catatan-catatan yang perlu diperhatikan dari Candimulyo adalah pengembangan infrastruktur yang lambat. Hingga saat ini, hampir 90% wilayah Candimulyo tidak memiliki jaringan telepon tetap (fixed phone). Dahulu pernah dipasang jaringan kabel telepon oleh Telkom tetapi tak sampai selesai pemasangan sempurna, sudah banyak kabel-kabel yang hilang karena pencurian. Otomatis dalam hal pengembangan dan penyebaran informasi melalui internet juga hampir tidak ada.

 

Di institusi pemerintahan dan pendidikan sendiri, pengembangan teknologi informasi juga dirasa sangat kurang. Akses internet menggunakan jaringan seluler juga terasa sulit. Seolah operator seluler setengah hati dalam memberikan pelayanan karena alasan profit, wilayah Candimulyo dinilai tidak potensial dan kurang menguntungkan bagi operator seluler. Dari pemerintah sendiri juga kurang perhatian dan mungkin kurang menyadari pentingnya teknologi komunikasi untuk penyebaran informasi.

 

Memang tak banyak penduduk Candimulyo yang melek teknologi. Jika dibuat sebuah estimasi, hanya sekitar 5% dari penduduk yang sudah pernah kontak dengan internet, hanya 70% mengenal handphone. Untuk sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang, Candimulyo merupakan kecamatan yang terpuruk teknologinya.

Perlu ada stimulus-stimulus untuk menciptakan ketertarikan masyarakat terhadap teknologi komunikasi.

 

Tentu saja sebelum membuat stimulus perlu ada infrastruktur pendukungnya, minimal satu komputer di setiap sekolah tingkat SD, sudah bisa terhubung dengan jaringan internet sampai ke kantor-kantor muspida kecamatan. Candimulyo, dataran di kaki Merbabu yang tersembunyi, memang menyimpan msteri, tetapi yang potensi alamnya cukup melimpah. Haruskah luput dari perhatian? (Totok Magdiana)

 

                                 ----------------------------------------------------

 

 

 

                                              

 


KOMENTAR

5 Komentar

BUDI
Tanggal 03 - 01 - 2012
Waduuuuhhhhh pengin sekali rasanya pasti cespleng dan siipppp wennnnaaaakkk tenan...
cahyo sunarko
Tanggal 17 - 01 - 2012
Sipppppppppp tenan!!!!
Aq wong candimulyo!!!
Silahkan pada mampir ke candimulyo!!!
syahrul
Tanggal 17 - 01 - 2012
weleeeeh,mantab durennya tuh...
ada yg mau jual bibit durian montong diCandiMulyo yg ukurannya 2m gak ya? mau tak tanam diblk rmh Kalinegoro je. klo ada sms aja ke 0857 4332 1401.
hexi
Tanggal 08 - 03 - 2012
mohon disertakan peta lokasi nuwun.....
DWI YULIANTO | THE-XP
Tanggal 06 - 04 - 2012
saya asli orang candimulyo....memang duriannya oke punya sob....saya juga mempunyai beberapa pohon durian yang besar" ^^

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter