Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
JATENG GUIDE0 Komentar  |  1047 Pembaca

KERETA BATIK SOLO - JAKARTA
Ditulis Oleh :H. Suwarno, Pada Tanggal : 26 - 05 - 2011 | 02:05:57

Kereta api bermotif batik? Betul. Inilah salah satu upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan sekaligus untuk promosi Pariwisata Indonesia 2011. Sebuah ide yang kreatif dan positif dan masyarakat pun menyambutnya dengan antusias.

“Namun yang jelas, tujuan utamanya adalah untuk melestarikan batik sebagai budaya bangsa Indonesia yang sudah diakui Unesco,” kata Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, pada wartawan Obyektif Cyber Magazine di Jakarta, H.Suwarno, baru-baru ini, saat berlangsung peluncuran kereta di Setasiun Gambir.  

Masyarakat Solo, Jawa Tengah, mendapatkan kehormatan, karena bisa menikmati kereta api batik ini untuk pertamakalinya. Soalnya ada dua rute kereta api yang diluncurkan, yakni KA Argo Lawu yang biasa melayani rute Jakarta-Solo, dan KA Argo Jati yang melayani rute Jakarta-Cirebon. Jadi untuk warga Jawa Tengah yang ingin mencoba kereta api batik ini, bisa naik dari Setasiun Balapan, Solo.

Lalu kenapa disebut kereta api batik? Ya karena memang kereta apinya dicat dengan motif batik oleh para seniman muda Indonesia. Kelihatan sangat artistik dan indah. Kereta api Argo Lawu, Solo - Jakarta misalnya, motif batik yang dipilih adalah Langlang Jagad. Merupakan simbol gabungan kekuatan para hewan sakti, yaitu Garuda, Sancaka, Taksaka, Sembrani dan Turangga.

Simbol itu masing-masing memiliki makna antara lain, Garuda merupakan hewan yang dapat terbang cepat dan berpenglihatan tajam. Sembrani dan Turangga merupakan kuda bersayap sebagai kendaraan para raja yang dapat melaju cepat dalam berbagai cuaca. Sedangkan Sancaka dan Taksaka merupakan ular naga sakti yang selalu melindungi penunggangnya dari segala mara bahaya.

Demikian juga kereta api Argo Jati, rute Jakarta – Cirebon, dicat dengan motif batik Singa Barong. Motif ini merupakan simbol persahabatan antar bangsa. Dipilihnya simbol Singa Barong, diharapkan kereta api menjadi sarana transportasi yang dapat melayani masyarakat dari semua kalangan. Disamping itu diharapkan juga dapat memberikan rasa nyaman, aman, menyenangkan, berkesan dan ramah lingkungan.

Kereta api batik, tidak hanya meliputi rute tertentu saja. “Ke depan, kereta api berbagai jurusan, akan memiliki rangkaian kereta bermotif batik. Ini sebagai upaya PT KAI untuk melestarikan batik sebagai karya bangsa. Dengan demikian diharapkan kereta api juga bisa jadi sarana galeri batik berjalan. Sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati kreasi kereta batik,” tambahnya. Peluncuran kereta bermotif batik, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. (Warno)

                                  -----------------------------------

KERETA BATIK MASUK MURI

Peluncuran kereta batik itu, ternyata bukan yang pertamakalinya. Sebelumnya, kereta bermotif batik juga telah diluncurkan PT KAI di Daerah Operasi 2, Bandung, Jawa Barat, dan mendapat sertifikat Museum Rekor Indonesia (Muri), belum lama ini. Saat itu, hanya ada satu gerbong kereta batik di rute Argo Parahyangan yang melayani rute Bandung – Jakarta.

Lukisan batik pada  kereta ini merupakan kreasi mahasiswa Jurusan Desain Grafis Institut Teknologi Bandung. Dengan teliti dan apik, sepuluh mahasiswa menempelkan gambar batik di Argo Parahyangan. Tiga hari mereka bergantian berkarya demi membuat sejarah perkeretaapian. Karena merupakan kereta batik yang pertama kali di tanah air, maka Muri pun mencatatnya sebagai prestasi anak bangsa.

Ada delapan motif batik di antaranya, ada wayang, burung, taman bunga, dan lain-lain. Seluruh motif  melambangkan wajah PT KAI dan Bandung sebagai “Kota Kembang”. Untuk motif wayang, sosok Bima lah yang dipilih. Tokoh tersebut menggambarkan kegagahan, keberanian, dan tangguh pendirian. 

Menurut Kepala Humas Daerah Operasional II Bandung, Bambang, adanya kereta  batik, merupakan bentuk apresiasi akan batik. Terlebih Badan PBB untuk kebudayaan, Unesco, mengakui batik sebagai warisan budaya asli Bumi Pertiwi. Selain itu, penempelan batik juga dimaksudkan untuk promosi PT KAI, guna menarik lebih banyak penumpang. (Warno)

                                        -----------------------------------

 

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter