Beranda Lifestyle Pasar Takjil di Bayuasin Separe Disambut Antusias Warga

Pasar Takjil di Bayuasin Separe Disambut Antusias Warga

48
0
BERBAGI

PURWOREJO, (Obyektif.com) – Penduduk Desa Bayuasin Separe, Kecamatan  Loano,  Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendatangi  “pasar takjil”  Ramadan yang  diselenggarakan di  depan  Kantor  Balai Desa setempat, baru-baru ini.

Salah satu pedagang dari desa  tersebut, Sholihatun mengatakan, ikut berpartisipasi jualan gorengan di pasar takjil, bersama warga desa yang lain. “Hasilnya lumayan. Saya juga  tidak mengira  kok ramai jualan di sini,” katanya. Tahun-tahun sebelumnya​, tidak pernah diadakan  pasar  takjil semacam ini. Baru tahun ini mulai diadakan. Katakanlah, sambil berjualan, sekaligus cari  hiburan.

Di tempat terpisah Kepala Desa  Bayuasin Separe, Nur Ichsan, A.Md, menyampaikan, Pasar Takjil Ramadan ini diadakan supaya warga tidak usah pergi jauh, bila mau ke pasar untuk  cari takjilan. Selain itu juga bisa buat mendapatkan penghasilan bagi yang  mau dagang di sini dan bagi yang mau  membeli juga tidak perlu pergi jauh- jauh. Ditambahkan, pasar takjil ini, akan diadakan sampai hari terahir  bulan puasa. Tuty  herawati (35), salah satu pembeli, mengatakan, sambil belanja, juga sambil nunggu mahrib, atau istilahnya ngabuburit. (M.Fauzi)

(Foto: Sholihatun bersama ibuya sedang berjualan. (Foto: M.Fauzi).

—————–

Musim  Bunga, Musim Keberuntungan

PURWOREJO, (Obyektif.com) – Setiap bulan ruwah selalu menjadi bulan keberuntungan bagi para penjual kembang atau penjual bunga. Terutama yang berjualan di  sepanjang jalan KH. A Dahlan,  Kabupaten  Purworejo.

Bulan ruwah  yang  seolah  menjadi  peyambut  datangya Ramadan itu, selalu ramai dengan hadirnya para  penjual bunga dadakan, yang bisa  meraup rezeki berlipat. Pasalya, pada  bulan ini semakin bayak orang  mencari kembang untuk keperluan  ziarah atau nyadran. Terlebih di hari  terahir bulan ruwah ini, pembeli pun meningkat.

Jika pada hari biasa para penjual bunga bisa membawa pulang keuntungan sebesar Rp.200 ribu, sampai Rp.300 ribu. Tetapi di bulan  ruwah, bisa mengantongi hingga Rp. 600 ribu.

Rohani, penduduk Keluarahan Pundensari, Kecamatan Purwodadi, mengatakan, kalau bulan-bulan biasa  cuma sedikit penghasilannya. Tetapi  di bulan ruwah, keuntungan jadi berlipat. Menurut Rohani, dia membeli bunga secara oncotan atau borongan. Kemudian dikemas dalam keranjang kecil dan besar. Satu  keranjang  kecil dijual Rp.40 ribu dan yang besar  Rp.75. 000. “Alhamdulillah mas, keuntungannya bisa buat belanja keperluan puasa,” katanya. (M. Fauzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here