Beranda Hot News Pemprov Jateng Kurang Peduli Kebudayaan Bu UI

Pemprov Jateng Kurang Peduli Kebudayaan Bu UI

186
0
BERBAGI

SEMARANG, (Obyektif.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai kurang sepenuhnya peduli terhadap kebudayaan sebagai salah satu isu penting dalam pembangunan. Padahal seharusnya kebudayaan bisa dijadikan panduan dalam menentukan arah pembangunan di wilayah ini.

Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Gunoto Saparie mengatakan hal itu, belum lama ini, dalam siaran pers akhir tahun sebagai evaluasi perkembangan kesenian dan kebudayaan di Jateng.

Menurut Gunoto, sampai saat ini Pemprov Jateng, dalam hal ini melalui Bapppeda, belum pernah melakukan kegiatan semacam seminar yang bertema tentang peran kesenian dan kebudayaan dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini bisa menjadi upaya guna menjaring aspirasi dan mendapatkan masukan maupun saran dari para ahli serta praktisi di bidang kesenian dan kebudayaan.

“Masukan dari budayawan itu bisa dijadikan sebagai salah satu sumber informasi oleh Bappeda Jateng dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Ia bisa menjadi kontribusi positif bagi perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan di Jateng di masa mendatang,” ujarnya seraya menambahkan pendapat dan saran budayawan bisa memberikan alternatif kebijakan pembangunan.

Bappeda Jateng, demikian Gunoto, belum lama ini memang menyelenggarakan Seminar Nasional Inovasi dan Kreasi Memajukan Jawa Tengah. Namun tema kebudayaan kurang tersentuh dalam forum itu, bahkan terkesan terabaikan. Tema-tema dalam seminar itu lebih menekankan pada tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik, ketahanan pangan, energi baru dan terbarukan, projek strategi nasional, pengentasan kemiskinan, dan kesehatan.

Gunoto berpendapat, pembangunan seharusnya tidak selalu berasosiasi dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur semata. Karena dalam konteks kebudayaan, manusia dan masyarakat harus diletakkan pada posisi sentral baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat pembangunan.

“Pemprov Jateng seharusnya bisa memanfaatkan Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan untuk memajukan daerah ini. Kebudayaan dan kearifan lokal di Jateng perlu didorong untuk dapat dikembangkan menjadi haluan pembangunan yang diimplementasikan di provinsi ini,” tandasnya. (Aries Kunarto, MK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here