Beranda Sastra Budaya Perlu Perda Penggunaan Bahasa di Ruang Publik

Perlu Perda Penggunaan Bahasa di Ruang Publik

246
0

SEMARANG, (Obyektif.com) – Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) menyatakan prihatin karena penggunaan bahasa Indonesia pada ruang publik di Semarang masih belum sesuai dengan pedoman ejaan. Selain itu, ruang publik di ibukota Provinsi Jateng ini masih banyak didominasi bahasa asing, terutama Inggris. Padahal penggunaan bahasa Indonesia seharusnya lebih diutamakan.

Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie mengatakan, ada regulasi yang mengatur kalau bahasa Indonesia harus diutamakan di ruang publik. Nama jalan, bangunan, lembaga pendidikan, merek dagang, dan lain-lain wajib memakai bahasa Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, mengatur hal itu.

“Bukan berarti bahasa asing tidak boleh, tapi penggunaannya harus sesuai urutannya. Bahasa Indonesia dulu, kemudian bahasa daerah, baru bahasa asing,” ujarnya seraya mencontohkan kata-kata “Car Free Day” sering dipakai di ruang publik padahal ada padanan bahasa Indonesianya, yaitu Hari Tanpa Kendaraan Bermotor.

Menurut Gunoto, banyak rumah makan yang menggunakan bahasa Inggris untuk menamakan menu-menunya. Hal yang sama juga bisa ditemui pada nama-nama kompleks perumahan, papan iklan atau reklame, pusat perbelanjaan, pangkas rambut, stasiun kereta api, agen perjalanan, hotel, tempat kursus/bimbingan belajar, dan lain sebagainya.

Budayawan ini berpendapat, Pemprov bersama DPRD Jateng perlu pemangku kepentingan di daerah untuk membuat aturan hukum berupa tentang pengendalian bahasa di ruang publik. Mungkin gubernur bisa membuat pergub, sedangkan untuk tingkat kabupaten dan kota ada perbup dan perwali. Kalau orang Indonesia tidak bangga dan kurang mencintai bahasa sendiri harus dipertanyakan nasionalismenya.

“Mungkin Pemprov Jateng bisa meneladani Pemprov Sumatra Utara yang telah memiliki peraturan daerah tentang pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik.  Memang belum banyak provinsi lain yang memiliki aturan khusus mengenai hal ini,” katanya. (Aries Kunarto MK).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here