Beranda Hot News Pilih Kepala Daerah Peduli Seniman

Pilih Kepala Daerah Peduli Seniman

45
0
BERBAGI

Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) mengimbau kepada para seniman Jateng dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik. Artinya, menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab dan sesuai dengan aspirasi para seniman itu sendiri. Selain memilih kepala daerah yang beriman, bertakwa, jujur, tepercaya, aktif, aspiratif, mampu, juga peduli dan memperjuangkan kepentingan seniman.

Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie mengatakan hal itu sehubungan dengan pemilihan kepala daerah serentak di Jateng tahun mendatang. Selain pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jateng pada 27 Juni 2018, enam kabupaten di Jateng juga akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup), yakni Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, dan Magelang. Sedangkan pemilihan walikota dan wakil walikota (pilkwakot) dijadwalkan berlangsung di Kota Tegal.

Menurut Gunoto, kepala daerah yang memperjuangkan kepentingan seniman bukanlah sekadar memberikan kebijakan secara individual dalam pembinaan, pengembangan, dan perlindungan kesenian. Namun, kepala daerah itu harus menyediakan regulasi atau payung hukumnya. Jateng sampai saat ini belum memiliki peraturan daerah tentang pembinaan kesenian. Padahal hal itu sangat dirindukan para seniman di Jateng, baik yang berkecimpung di kesenian modern maupun tradisional.

Penyair ini juga mengimbau kepada KPU agar terus berupaya menggalang berbagai elemen masyarakat, termasuk seniman, agar tidak golput. Para seniman itu biasanya apatis terhadap politik. Karena itu DKJT siap bekerja sama dengan KPU untuk memasyarakatkan pilkada kepada komunitas-komunitas kesenian.

“Para seniman juga harus ikut mengawasi aksi politik uang. Kami tidak permisif terhadap tindakan pelanggaran dalam demokrasi politik,” tambahnya.

Gunoto berpendapat, KPU perlu mengandeng para seniman untuk bersama-sama meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada. Para seniman bisa diajak bekerja sama untuk memasyarakatkan pilkada, sehingga masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

Upaya ini perlu dilakukan guna meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memberikan suaranya.
“Dengan sosialisasi melalui pergelaran seni ini pendekatan pada masyarakat terkesan lebih santai dan gembira. Selama ini konsep sosialisasi dengan bertatap muka terasa kaku dan serius. Kurang kreatif,” ujarnya.

Gunoto menyayangkan belum optimalnya penggunaan artis-artis daerah dalam panggung kampanye pilkada serentak sebelumnya. Minimnya panggung yang disediakan bagi artis-artis daerah secara tidak langsung dinilai kurang memuliakan para seniman setempat. Artinya, tidak melulu menyediakan panggung kampanye untuk artis-artis nasional.

“Kenapa kita justru lebih banyak menyediakan panggung untuk artis nasional kalau Jateng tidak kekurangan artis? Dilihat dari aspek strategis, artis daerah justru bisa memobilisasi suara pemilih untuk sang kandidat. Karena keluarga dan kerabatnya pasti menyebar di Jateng,” tandasnya. (Totok Magdiana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here