Beranda Bisnis Online Program GoJek Minta Tip pada Penumpangnya, Tidak Tepat

Program GoJek Minta Tip pada Penumpangnya, Tidak Tepat

163
0

SOLO, (Obyektif.com) – Seorang yang sedang naik GoCar dari GoJek, mendadak dapat chating dari Admin, supaya memberikan tip Rp.5000 potong GoPay. Tentu saja penumpangnya keberatan. “Memberi tip ke driver itu kan sifatnya sukarela, karena kita suka, sudah dilayani dengan baik. Seperti kalau kita di hotel, memberikan tip pada petugas yang mengantar kita ke kamar, sambil membawakan koper kita. Tidak diminta pun, kita mengasi,” jelas penumpang.

“Ini kok Adminnya yang minta. Kan janggal,” tutur seorang penumpang lain Pak Suryo kepada obyektif.com belum lama ini di Stasiun Kereta Api Balapan, Solo, sehabis diantar pakai GoCar. Dia menambahkan, beberapa saat kemudian, dapat chating lagi, ditanya apakah setuju, bila penumpang GoCar diminta tip besarnya Rp.5000, Rp.10ribu, Rp.15ribu, dan seterusnya, sampai Rp.30ribu. “Ya saya diamkan saja, tidak saya jawab,” tuturnya.

Menurut beberapa penumpang GoCar yang diminta keterangan secara terpisah, mengatakan, seandainya penumpang senang dan memberikan tip, akan diberikan langsung pada drivernya. Mungkin Admin salah persepsi dalam membaca tingkat kepuasan penumpangnya. Kalau setelah diantar, mereka memberikan bintang lima, sebagai tanda puas, sejatinya yang terjadi tidak seperti itu. Lah, karena Admin salah menafsirkan, maka berani minta tip.

Menurut Suharno, juga salah seorang penumpang GoCar, dia memberikan status “Bintang Lima” bukan berarti puas atas layanan driver, tetapi karena melihat sisi kemanusiaannya. Kalau tidak kebangetan, meski pelayanan kurang bagus, tetap saja dikasih bintang lima. Karena apa? “Kalau dikasih bintang satu atau dua, rata-rata masyarakat tahu, kalau driver-nya akan kena masalah. Dapat peringatan keras dari Operator-nya, atau malah dipecat,” jelasnya.

Maka kita kasihan sama drivernya, keluarganya bisa susah, cari pekerjaan sekarang ini juga sulit, ya kita kasih saja bintang lima. “Hitung-hitung amal baiklah, hehe…,” katanya. Jadi, menurutnya, bintang lima bukan berarti memcerminkan kondisi penumpang yang sebenarnya. Itulah yang menyebabkan Admin tidak paham.

Kepada Obyektif.com, keberatan dari penumpang, atas program GoJek yang lain adalah pemberian “raport” penumpang. Di situ juga disebutkan, kata-kata, “pelit” memberikan tip. Wah, tidak etis kan? Nampaknya, GoJek perlu evaluasi lagi soal ini. Jka Admin memberikan voucher diskon, bukan GoJek “baik hati”, tapi itu bagian dari strategi pemasaran, sekaligus ada unsur advertising-nya, agar masyarakat mau pakai program GoPay, pungkasnya. (Aries Kunarto MK)

Gambar Ilustrasi: Dua orang yang siap mengikuti program kerjasama dengan taksi online. (Foto: Obyektif.com/Aries).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here