Beranda Hot News Proyek Drainase Mendahului Anggaran DAD

Proyek Drainase Mendahului Anggaran DAD

143
0

Cilacap, (Obyektif.com) – Anggaran Negara yang dikelontorkan kepada tiap-tiap desa melalui Dana Alokasi Desa (DAD), pemasukan dan pengeluarannya sudah ditentukan oleh aturan yang berlaku. Namun aneh, bila dana DAD belum masuk ke kas desa, proyek pembangunan drainase di Jl. Blimbing Desa Karang Anyar, Kecamatan Adipala, proyeknya sudah terlaksana dan hampir selesai pengerjaanya.

Menurut keterangan salah satu warga, Harno, mengatakan: “Kami bingung kenapa pihak desa berani membangun drainase dari Pos Anggaran DAD yang sebenarnya Dana itu belum turun ke kas Desa. Aneh kan?” katanya. Dia agak mengetahui prosedur, karena pernah jadi pelaksana proyek seperti itu. Lebih lanjut dia mengatakan, kemungkinan proyek itu dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan alasan, jika Anggaran DAD diturunkan secara bersama-sama ke masing-masing desa, pihak desa kesulitan membeli material yang dibutuhkan, karena masing-masing desa akan berebut membeli material secara bersamaan, katanya.

Padahal pelaporan penggunaan dana desa dibatasi waktu yang begitu limit sekitar satu bulan. Dengan demikian pihak desa tidak mau beresiko dalam pelaporan pertanggungjawaban DAD tersebut. Maka kemungkinan besar pemerintahan desa tidak mau beresiko. Ungkap seorang sumber membeberkan kepada wartawan obyektif.com.

Ketika melihat di lokasi pembangunan drainase, pekerjaan tersebut tidak dipasang papan nama proyek. Apakah pekerjaan tersebut dipihakketigakan atau diswakelola oleh desa sendiri, atau bagaimana? Belum diperoleh kejelasan. Hanya terlihat pekerjaan pembangunan drainase tersebut, dibangun di atas tanah tanpa menggunakan pondasi. Ketika wartawan menanyakan bestek pekerjaan tersebut, salah seorang tukang mengatakan, dipersilahkan menanyakan langsung ke pihak Kepala Desa.

Kepala Desa Karang Anyar ketika dihubungi mengatakan: “Saya hanya membantu masyarakat, karena warga masyarakat Jl. Blimbing Desa Karang Anyar sangat membutuhkan sarana drainase tersebut, dan itu memang benar akan dianggarakan dari dana DAD yang belum turun. Kenapa hal itu kami lakukan? Karena perkiraan kami dana DAD turun di akhir bulan April sekitar 40%. Hingga saat ini dana Itu belum masuk ke kas desa. Padahal uang DAD tersebut akan kami gunakan untuk melunasi utang material kepada pihak ketiga yang mengerjakan drainase tersebut.

Saat wartawan menanyakan kepada kepala Desa Karang Anyar, bagaimana nanti LPJ dana DAD? Juga darimana dana yang diperoleh Desa Karang Anyar untuk membeli material dan upah untuk membayar tenaga kerja? Apakah hal ini bukan salah satu bentuk pelanggaran administrasi  dana DAD? Kepala desa menjawab: “Seharusnya rekan media membantu untuk menanyakan kepada Pemda Cilacap, kenapa sampai awal Mei, anggaran DAD belum dikuncurkan ke kas tiap-tiap Desa,” jawabnya.

Sementara di tempat terpisah, Camat Adipala melalui Kasi. PMD, Novita, mengatakan sudah berulangkali memberikan penjelasan kepada Kepala Desa di wilayah Kecamatan Adipala, agar dana DAD digunakan sesuai dengan petunjuk yang ada. Terkait permasalahan di Desa Karang Anyar, yang memang penggunaan anggaran DAD, dilaksanakan mendahului Anggaran, tetap  tidak dibenarkan. Diakui, pihak desa belum memberitahukan, sehingga tidak bisa diawasi. Dan hal ini sudah disampaikan kepada Camat Adipala untuk diteruskan ke Inspektorat Kabupaten Cilacap terkait pembangunan yang mendahului Anggaran DAD tersebut. (Nover Zai).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here