Proyek Kali Palem Gading Dibongkar Panitia

Proyek Kali Palem Gading Dibongkar Panitia

BERBAGI

CILACAP, (Obyektif.com) – Peningkatan Kali Palem Gading Kelurahan Martasinga, Cilacap Utara, Jawa Tengah, akhirnya dibongkar Panitia. Seperti diberitakan, terkait pekerjaan peningkatan Kali Palem Gading beberapa waktu lalu, di mana pekerjaan tersebut tidak memenuhi bestek yang dikeluarkan oleh Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Kabupaten, terpaksa dibongkar oleh Panitia, disaksikan Komisi C DPRD, saat kunjungan kerja ke lokasi proyek tersebut.

Pembongkaran itu sekaligus mengingatkan kepada seluruh kontraktor penyedia Jasa Kontruksi untuk bekerja secara profesional dan mematuhi segala aturan yang dikeluarkan oleh dinas di mana mereka mendapatkan paket pekerjaan.

Namun pada kegiatan paket pekerjaan Peningkatan Kali Palem Gading kembali ditemukan kejanggalan dalam proses tender lelang pekerjaan tersebut. Pasalnya dari Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang dikeluarkan Pokja II-DPSDA 5, point (G) mengatakan: “Setelah diadakan klarifikasi teknis dan pembuktian kualifikasi terhadap calon penyedia barang atau jasa, yang dinyatakan memenuhi syarat dokumen administrasi, teknis dan harga penawaran, Pokja II-DPSDA 5 ULP menetapkan pemenang pelelangan adalah CV. Berkat Abadi dengan harga penawaran terkoreksi Rp. 235.580.000.

Namun apa yang terjadi? Panitia Pokja-5 PSDA pada tanggal (9/6) jam (23:32) memunculkan pemenang baru yaitu CV. Putri Mandiri Karya. Saat dikonfirmasi hal tersebut, PPK Imam Jauhari di ruang kerjanya menjelaskan: “Memang benar saya selaku PPK telah mengeluarkan surat SPPBJ dan bahkan sudah sampai tahap penandatangan SPMK. Namun Panitia Pokja 5 PSDA mengatakan kepada saya untuk menunda menandatangani surat SPMK kepada pemenang atas CV. Berkat Abadi, tanpa disertai alasan yang jelas. Padahal SPMK tersebut telah diberikan kepada penyedia jasa.

Sementara itu Ketua POKJA 5 PSDA, S. Abdi Pramana ketika diminta konfirmasi, tidak ada di tempat. Berkali-kali dihubungi secara langsung maupun lewat telepon, belum ada jawaban. Selanjutnya, Pramono selaku pembina ULP saat ditemui di ruang kerjannya mengatakan terkait permasalahan itu, dijelaskan, CV. Putri Mandiri Karya, memang mengikuti lelang di dua titik paket, dengan personal inti yang sama. Berhubung di titik paket yang lain kalah, otomatis di paket yang satu dia bisa lolos.

Namun saat ditanyakan apakah boleh, penyedia jasa (kontraktor) mengajukan penawaran paket pekerjaan, pada beberapa judul paket dengan anggota/personal intinya hanya satu? Dijawab, tidak diperbolehkan. Soalnya sistem yang digunakan oleh Panitia Pokja dalam hal mengklarifikasi, adalah sistem gugur. “Jadi harus benar-benar transparan dan indenpenden, sesuai Perpres No. 54 tahun 2010,” tuturnya. Sampai berita ini diturunkan, masalah tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di masyarakat setempat. Mereka mengharapkan pihak berwajib mengusutnya. (Nover Zai)

izzaweb
BERBAGI