Beranda Hot News Rumah Zaenal Petir Dikepung, Deklarasi FPI Dibubarkan Polisi

Rumah Zaenal Petir Dikepung, Deklarasi FPI Dibubarkan Polisi

110
0
BERBAGI
Zaenal Petir memberikan keterangan Pers. (Foto: http://nurfmrembang.com)

Rumah Zaenal Petir di Jalan Pergiwati I Nomer 19 Bulu Lor Semarang Utara, diam-diam dikepung massa, terdiri dari warga sekitar dan berbagai ormas kepemudaan. Massa menolak deklarasi pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di Semarang, yang diselenggaran di rumah Zaenal Petir yang menurut rencana akan dihadiri oleh pengurus FPI pusat H. Munarman. Ratusan Polisi yang menjaga ketat, pada akhirnya secara resmi membubarkan acara tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum acara dimulai, diam-diam massa berkumpul di Jalan Kokrosono di dekat rumah Zaenal.Terlihat Gus Nuril dan para santrinya sudah siap menuju rumah Zaenal Petir. Juga massa dari berbagai elemen ormas kepemudaan di Semarang yang tergabung dalam barisan Bhineka Tunggal Ika se kota Semarang, mulai berdatangan, yang jumlahnya mencapai sekitar seribu orang. Polisi gabungan dari Polrestabes Semarang, melihat gelagat mengkhawatirkan tersebut, menjaga ketat, guna mengamankan situasi. Akhirnya, deklarasi pembentukan FPI Semarang dibubarkan Polrestabes Semarang. Berangsur-angsur massa pun membubarkan diri.

Memang sebelumnya Forum Gabungan Pemuda Bhinneka Tunggal Ika Se-Kota Semarang menolak kehadiran FPI. Forum ini dengan tegas menolak pembentukan FPI di Semarang. Demikian juga Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanudin mengatakan, FPI sangat meresahkan masyarakat. Mereka bermaksud mengganti ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI.

“Kami warga Kota Semarang yang mencintai kota ini, menghendaki kota tercinta tetap tentram dan damai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Kami menyatakan menolak dengan keras rencana pembentukan organisasi radikal yang suka menebar kebencian, fitnah dan permusuhan, serta gemar melakukan kekerasan berkedok agama, serta dipimpin oleh para tersangka pelanggaran hukum pidana,” kata Ikhawanudin mewakili sejumlah organisasi, dalam sebuah pernyataan.

Dalam hal ini ada delapan organisasi massa yang menolak di antaranya, Patriot Garuda Nusantara, Gerakan Pemuda Ansor, Pelajar Cinta Tanah Air, Laskar Mahesa Jenar, Laskar Merah Putih, Teater Buih, IKBS Lowo Ijo, dan Kodrat. Sejak lama Forum Gabungan Pemuda Bhinneka Tunggal Ika Semarang menolak kehadiran FPI di Semarang.  “Kami seluruh warga Kota Semarang yang masih waras, menolak keras setiap rencana pembentukan organisasi FPI di Semarang,” katanya.

“Kami ingatkan, di Bulan Ramadhan lalu FPI dipimpin Saudara Zaenal Petir dan HTI Jateng dipimpin Abdullah telah membatalkan acara Buka Puasa yang digelar Ibu Shinta Nuriyyah Abdurrahman Wahid, yang ingin menjaga kemajemukan bangsa dalam rasa kasih sayang. Peristiwa itu telah merusak kedamaian Kota Semarang di saat umat muslim sedang kusyuk beribadah dan berupaya berdakwah membangun persaudaraan tetapi diganggu organisasi intoleran tersebut. Oleh karena itu, kami tidak rela kota Semarang diwarnai aksi kekerasan FPI. Dan kami rela mati membela kehormatan kota ini,” demikian seruan Forum Pemuda Bhinneka Tunggal Ika Semarang.

Sebelumnya pada pekan lalu, dini hari sejumlah ormas nasionalis seperti Laskar Merah Putih (LMP) yang diwakili Waketum I LMP Jateng Mas Iwan Cahyono, Patriot Garuda Nusantara (PGN ) yang diwakili Panglima Nasional Abah Alip Syarif, Garda Nusantara (GANTARA) dan Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) membubarkan acara HTI yang mengusung sistem pemerintahan khilafah. Demikian juga berbagai seminar atau diskusi khilafah, di berbagai tempat di Jateng, dibubarkan massa yang menolak acara tersebut. (Aries Kunarto MK/Rabun Jisman).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here