BAYI DILARUNG DI DANAU Ditulis Oleh :Wienmurwo, Pada Tanggal : 05 - 06 - 2011 | 21:53:30
 BERITA TERKAIT
Bayi itu masih berusia 2,5 bulan. Namun, tanpa ragu-ragu, orang tuanya disaksikan kerabatnya, melarung (menghanyutkan) bayi tersebut, di air sendang (danau kecil) yang dingin. Meski bayi itu sudah dilengkapi pelampung, agar tidak tenggelam, namun semua yang menyaksikan, jadi khawatir juga. Pelan-pelan, bayi yang mengambang di air yang jernih itupun terhanyut, menangis, lalu diam dan hanya bola matanya yang lucu, memandang sekeliling dengan penuh keheranan, disaksikan para orang-orang dewasa dari tepi danau.
Apa sebetulnya yang terjadi? Nah, inilah kejadiannya. Berawal dari sebuah harapan, Bisma Abban AlFerish Rahadian bayi yang baru berumur 2,5 bulan dilarung atau dihanyutkan ke Sendang Pelem, Desa Ngunut, Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dimana sendang tersebut sering digunakan oleh para spiritualis, sebagai tempat tirakatan kungkum (laku spiritual dengan cara berendam diri). Ritual itu sengaja dilakukan, sebagai wujud rasa syukur, telah dikabulkannya keinginan dari pasutri Luthfi Rahadian dan Yosina Yudhiarchy yang telah diberi anak pertama bayi laki-laki.
Acara spiritual larungan bayi yang saat ini jarang dilakukan oleh masyarakat, disenggelarakan pukul 13.00. Tak urung mengundang perhatian ratusan orang, untuk ikut menonton.Diawali dengan perhelatan doa, diteruskan dengan menyantap nasi kuning dan jajanan pasar. Dengan diiringi oleh karawitan (gamelan) yang melantunkan beberapa Gendhing Jawa, seperti gending Lir Ilir, Kudangan, dan Tak lelo lelo ledung, yang memang dinyanyikan untuk bayi.
Sebelum dihanyutkan ke dalam air sendang yang dalamnya mencapai satu meter, dilepaslah semua pakaiannya. Leher sang bayi diberi pelampung, lalu diterjunkan untuk dihanyutkan dipandu oleh beberapa tokoh spiritualis. Awalnya Bisma menangis kencang, saat tubuhnya menyentuh air sendang yang memang terasa dingin.
Tak berapa lama tangisan mereda, nampak keceriaan terbersit dari wajah sang bayi.Ketika di tengah sendang, Bisma menggerakan tangan dan kakinya, seakan ingin menunjukan kepada khalayak, kalau dirinya berani dan mampu berenang.Suasana keceriaan juga terpancar dari seluruh penonton, melihat ulah sang bayi yang nampak lucu dan menggemaskan itu.
Acara larungan tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Meski prosesi larungan berjalan singkat, namun tujuan melaksanakan nadar itu terkesan khidmat dan mengundang rasa kagum para penonton yang ikut menyaksikan jalannya prosesi. Darmin, tokoh masyarakat setempat dan mantan dalang kondang, mengaku kagum menyaksikan jalannya prosesi larungan yang baru kali ini dilihatnya.
“Seumur hidup saya, baru kali ini saya melihat acara larungan di sendang ini. Semuanya berjalan dengan khidmat. Apalagi acaranya dirangkum dalam budaya Jawa dengan menggunakan Gendhing Jawa, dalam irama gamelan, terasa mistis dan bagus sekali. “Memang sudah sepatutnya, kita sebagai suku Jawa jangan pernah meninggalkan budaya kita sebagai orang Jawa,” pujinya.
Decak kagum juga diucapkan oleh tokoh spiritualis, Sutopo. Menurutnya, semua yang turut menyaksikan acara tersebut merasa senang dan terhibur. “Tidak hanya manusia, bahkan Sang Penuggu Sendang di alam gaib ikut merasa kagum. Kelak, sang bayi akan mempunyai suatu kelebihan. Bentuk kelebihannya itu berupa apa, nanti akan bisa dilihat jika kelak bayi sudah besar”,ungkapnya.
Sedangkan orang tua Bisma, Luthfi dan Yona berharap, dari larungan ini, selain memenuhi nadar, juga punya pengharapan, kelak agar anaknya dapat hidup mengalir bagai air. Jernihnya mata air dapat memberikan inspirasi bagi hati dan pikiran serta kehidupan anaknya di kemudian hari.
“Kehidupan semua mahkluk akan selalu dimulai dan diakhiri dengan air. Manakala kita akan berdoa memohon kepada Tuhan, ketakwaan kita akan sangat ditentukan oleh kebersihan hati maupun pikiran yang berada dalam raga kita. Kebersihan raga kita akan menentukan ketulusan, dan air menjadi unsur penting untuk menuju semua itu,” imbuh mereka berdua. Memang begitulah harapan semua orang tua. (Wienmurwo)
--------------------------------------
|