BS: TIDAK ETIS, KALAU SAYA KETUA DKJT Ditulis Oleh :Aries Kunarto, Pada Tanggal : 23 - 08 - 2011 | 12:50:30
 BERITA TERKAIT Dr Bambang Sadono SH,MH mengatakan tidak etis kalau dirinya menjabat lagi sebagai Ketua Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT). Alasan itu dikemukan, menanggapi masih adanya seniman yang menginginkan dirinya agar mau dipilih lagi sebagai Ketua DKJT periode mendatang. Sebelumya, dia sudah membuat pernyataan, tak akan mencalonkan lagi sebagai ketua. “Sudah lelah, mau istirahat saja dan memberikan kesempatan pada yang lain,” begitu kilahnya.
Dalam wawancara khusus dengan Obyektif Cyber Magazine, di ruang kerjanya, Kantor Wakil Ketua DPRD Jateng baru-baru ini, lebih lanjut dia menjelaskan, operasional DKJT sepenuhnya dibiaya oleh APBD. Dulu, BS, demikian panggilan akrabnya, sebelum duduk di Komisi E DPRD Jateng, menjabat sebagai Ketua DKJT tidak masalah. Namun kalau sekarang, jelas tidak etis, karena komisinya-lah yang mengontrol dana tersebut.
“Masak saya duduk di komisi yang seharusnya mengontrol dana, kok malah terlibat kegiatan melaksanakan penggunaan dana, kan sangat tidak etis. Oleh karena itu, saya akan menolak menjadi Ketua DKJT, meski ada yang mencalonkan,” tambahnya. Sebelumnya, ketika ramai pembicaraan siapa yang akan menjadi Ketua DKJT menjelang berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) DKJT, dia sudah menegaskan tidak mau dipilih lagi sebagai ketua.
“Ketua DKJT merupakan jabatan amanah dan kerja sosial. Dengan tugas utama memajukan dunia kesenian di Jawa Tengah. Sehingga kalau ada teman-teman yang menginginkan jabatan itu dipersilahkan. Saya lebih senang istirahat, dan mengerjakan pekerjaan lain, dan saya tetap berkesenian dengan cara saya sendiri,” katanya pada waktu itu di tempat kediamannya yang teduh di Komplek Perumahan Graha Padma, Semarang, di suatu senja, sambil ngopi di teras rumahnya.
Ketika ditanya tentang diusulkannya nama Prof Dr Rustono M Hum, sebagai calon Ketua DKJT, dia menyatakan tidak keberatan dan setuju saja. Apalagi latar belakang yang bersangkutan pernah menjabat sebagai dekan kesenian di perguruan tingginya, Unes. “Soal mengurusi kesenian oke, soal manajerial kesenian juga oke, intelektualnya juga tidak diragukan lagi. Saya rasa calon yang bagus,” tuturnya.
Menurut BS, dalam pemilihan Ketua DKJT ini sifatnya demokratis. Oleh karena itu, dia juga meminta masukan-masukan dari berbagai pihak, terutama kalangan seniman, agar bisa menyerap aspirasi mereka, di antaranya dari budayawan Djawahir Muhammad, Drs Anggoro Suprapto, Maman Suratman, dan lain-lain. “Kalau ada yang mau memberikan masukan, kami persilahkan, kami terbuka. Bisa lewat Hp, email, atau datang langsung. Masukan seperti itu sangat berguna untuk menentukan langkah ke depan,” tambahnya.
Ketika diusulkan beberapa nama dari generasi muda potensial, seperti misalnya Adin dari Komunitas Seni Hyteria, dijawab, kalau tidak jadi pengurus atau anggota DKJT, sulit diusulkan. Karena dalam sistem pemilihan, nama yang bersangkutan, diusulkan oleh para pengurus DKJT dari berbagai Dati II di Jateng. “Lah kalau tidak berkecimpung di DKJT kan susah,” tambahnya.
Demikian pula ketika ditanyakan tentang kesan bahwa DKJT lebih banyak mengurusi seni sastra dan melupakan seni tradisional, dia menolak adanya pendapat seperti itu. Semua bidang kesenian mempunyai porsi yang sama besar. DKJT memang lebih menitipberatkan pada pemikir dan konseptor. Pelaksanaannya ada di DKJT dari berbagai daerah di Jateng. “Terserah mereka mau memajukan kesenian bidang apa, kita respon. Termasuk memajukan seni tradisional,” katanya menutup wawancara.
Sementara itu, Sekretaris DKJT, Gunoto Saparie yang dihubungi mengatakan, Musda V DKJT 2011, akan berlangsung 17-18 September mendatang, di Baturaden Purwokerto. Sejumlah nama calon ketua umum DKJT periode 2011-2014 mulai mencuat di permukaan. Para calon yang muncul berasal dari pengurus DKJT periode sebelumnya.
Dia mengakui, Prof Dr Rustono M Hum disebut-sebut sebagai calon kuat ketua DKJT periode berikutnya. Ketua Bidang Organisasi DKJT tersebut, telah mendapat dukungan dari sebagian besar pemilik “hak suara” dalam musda itu nanti.
"Selain itu, di internal DKJT sendiri hampir semua pengurus harian dan komite-komite menginginkan agar Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang itu yang kelak menggantikan Dr Bambang Sadono SH MH sebagai Ketua Umum DKJT," ujar Gunoto.
Kendati demikian, Gunoto tak menampik akan muncul calon ketua umum lain dalam musda nanti. Misalnya sempat disebut-sebut nama Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Marco Marnadi SH. Di luar juga beredar wacana ketua dari kalangan seniman sendiri, misalnya Timur Sinar Suprabama, Beno Siang Pamungkas, Handry Tm, dan Eko Tunas.
"Saya sendiri pernah diminta oleh beberapa Ketua Dewan Kesenian Kabupaten dan sebagian pengurus DKJT untuk mencalonkan diri. Tetapi saya tahu diri. Saya enggak bersedia dan minta agar mereka mendukung Prof Rustono saja," ujar Gunoto yang juga penyair dari Jateng.
Ia menegaskan, Musda DKJT nanti selain untuk memilih pengurus baru, juga akan menetapkan program kerja organisasi lima tahun mendatang. Pada kesempatan itu juga akan diluncurkan buku “Direktori Perupa Jawa Tengah” dan “Antologi Puisi Penyair Jateng” terbitan DKJT. Selain itu juga akan diumumkan hasil Sayembara Penulisan Novel DKJT, papar Gunoto, yang masih energik dan kelihatan muda. (Aries Kunarto)
----------------------------------------------
|
Sekretarisnya idealnya tetap, yaitu Gunoto Saparie. Saya berharap DKJT akan makin maju dan berkembang pesat.