DIPASTIKAN, KETUA DKJT BUKAN BS Ditulis Oleh :Totok Magdiana, Pada Tanggal : 31 - 05 - 2011 | 05:17:19
 BERITA TERKAIT
Kekhawatiran para seniman muda di Jateng, terutama di Semarang, terjawab sudah. Sebelumnya mereka khawatir kalau dalam Musda Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) mendatang ini, Dr H.Bambang Sadono,SH,MH (BS) akan terpilih lagi. Jauh sebelumnya mereka meminta agar BS tidak menjabat lagi sebagai ketua DKJT, dan meminta menyerahkannya pada para seniman muda. “Pak BS tidak mau dipilih lagi, jadi jangan khawatir,” kata Sekretaris DKJT Gunoto Saparie, pada Obyektif Cyber Magazine, semalam.
Menurut dia, Musyawarah Daerah (Musda) DKJT ditetapkan pertengahan bulan September mendatang. Sebelumnya memang muncul wacana Musda DKJT akan diadakan pertengahan tahun ini. Namun dalam rapat pleno diputuskan, berdasarkan pertimbangan teknis, agar sebaiknya diselenggarakan sehabis Lebaran saja. "Kalau Lebaran akhir Agustus, maka waktu musda yang paling tepat adalah pertengahan September," tambahnya.
Menyinggung soal kota tempat penyelenggaraan, dipilih Banjarnegara. "Memang, ada beberapa alternatif selain Banjarnegara, antara lain di Cilacap, Banyumas, Salatiga, dan Wonosobo. Tetapi ketua panitia pelaksana Dr Teguh Supriyanto MHum cenderung memilih di Banjarnegara", tambahnya, mengutip hasil Rapat Pleno Pengurus Teras DKJT di RM “Mbah Jingkrak” Jalan Kyai Saleh, Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Dalam musda itu nanti, akan diikuti oleh pengurus harian dan komite DKJT serta para ketua dewan kesenian kabupaten/kota se-Jateng. Selain menetapkan program kerja, juga memilih pengurus baru. Ketua Umum DKJT Dr Bambang Sadono SH MH, menurut Gunoto, tidak bersedia lagi dicalonkan. Bambang mempersilakan agar forum musda memilih bukan dirinya.
"Sampai saat ini Bambang memang belum menyebut nama, namun dia berharap agar calon ketuanya dari dalam, bukan dari luar. Belum ada nama yang beredar di kalangan pengurus DKJT. Kalau nama-nama yang beredar di jalanan saya tidak tahu", tambahnya.
Dalam rapat pleno itu, lanjut Gunoto, juga dibahas dan dievaluasi sejumlah program kerja sampai menjelang musda. Antara lain sarasehan film indie, penerbitan Antologi Puisi Jateng, penerbitan buku Direktori Perupa Jateng, dan seminar sastra Jawa. "Ketua umum DKJT mengingatkan agar penanggung jawab program itu segera menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut", ujarnya.
Menyinggung Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT) yang selama ini dkelola DKJT dan akan dilimpahkan pengelolaannya ke Pemprov Jateng, Gunoto mengatakan, sampai saat ini belum ada pemberitahuan secara resmi mengenai kapan serah terima pengelolaan itu. "Sambil menunggu kabar, kami tetap berkantor dan mengadakan kegiatan di PKJT. Menurut kabar burung sih gubernur sudah menyetujui pelimpahan pengelolaan itu", katanya.
Sementara di kalangan seniman muda di Semarang dan Pantura, menghendaki ada penyegaran Ketua maupun pengurus teras DKJT. Beredar nama Marco Manardi, Timur Sinar Suprabama, Handry Tm, Beno Siang Pamungkas, dan Eko Tunas, disebut-sebut layak menduduki jabatan Ketua dan Kepengurusan inti. Mereka meminta agar pengurus sepuh jangan tampil lagi. Seperti misalnya Gunoto Saparie, Jawahir Muhammad, Yudiono Ks, Mukti Sutarman Sp, dan lain-lain.
“Legowo-lah untuk menyerahkan jabatan, biar diambil-alih yang muda-muda,” tutur mereka di markasnya Taman Budaya Raden Saleh Semarang, baru-baru ini. Apakah harapan mereka kesampaian, belum jelas, karena apa mereka akan diundang dan bisa mengikuti Musda? Semuanya tergantung pada Panitia Musda DKJT.
Meski BS mengatakan ketua dan kepengurusan sebaiknya dipilih dari “orang dalam” DKJT sendiri, namun Anggoro Suprapto malah mengusulkan kepengurusan bila mungkin, bisa diambilkan dari “orang luar” yang sudah jelas reputasinya. Dia misalnya menunjuk, Adin Hysteria, meski masih muda, pantas untuk dipertimbangkan sebagai ketua. Sepak terjangnya dalam dunia kesenian di Semarang patut diacungi jempol. Sudah terbukti, dia tidak hanya tahu soal seni, tetapi juga mengorganisirnya, memprogram, mengagendakan, dengan tindakan nyata. “Manajemen kesenian, dia juga paham. Masih muda, energik dan cerdas,” tuturnya. (Totok Magdiana)
|