Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Seni-Budaya5 Komentar  |  619 Pembaca

DKJT DUKUNG TEMU PENYAIR DI JAMBI
Ditulis Oleh :putri, Pada Tanggal : 25 - 07 - 2011 | 12:04:41

Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) mendukung Jambi sebagai tuan rumah Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) VI. Hal itu karena Thailand, yang sebelumnya menyatakan siap, ternyata kemudian mengundurkan diri sebagai calon tuan rumah pertemuan para penyair Asia Tenggara yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam,Thailand, dan negara Asia Pasifik.

Hal itu dikatakan Sekretaris Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Gunoto Saparie kepada Obyektif Cyber Magazine, semalam, sehubungan dengan hasil-hasil PPN V di Palembang 16-19 Juli lalu. Oleh karena itu, atas nama DKJT, dia mendukung pelaksanaan PPN VI, di Jambi.

Dalam PPN V, Gunoto memimpin delegasi penyair Jateng yang terdiri dari dirinya, Jumari HS (Kudus), Nurrochman Sudibyo, Diah Setyawati, Nana Riskhi Susanti, Enthieh Mundakir, dan Lanang Setiawan (kelimanya dari Tegal). Heru Emka (Semarang) karena sesuatu hal tidak bisa berangkat memenuhi undangan.

Gunoto yang juga menjadi pembicara dalam forum  itu mengatakan, pada PPN IV di Brunei Darussalam 2010, Thailand memang direkomendasikan menjadi tuan rumah PPN VI. "Namun karena alasan situasi sosial politik yang belum memungkinkan di negara itu, delegasi penyair Thailand menyatakan ketidaksiapannya dan mempersilakan negara lain untuk menggantikannya", ujarnya. 

Menurut Gunoto, seharusnya Pemprov Jateng mendukung. terutama dalam hal dana, pada setiap keberangkatan delegasi penyair wilayah ini ke kegiatan PPN. "Apalagi kehadiran mereka membawa nama baik Jateng. Karya-karya mereka juga memiliki warna lokal Jateng, seperti tradisi, adat, budaya, wisata, dan lain-lain. Tetapi agaknya komitmen eksekutif terhadap hal ini patut dipertanyakan", ujar Gunoto.

Forum PPN, kata Gunoto, bisa menjadi wadah silaturahmi dan tukar informasi antar-penyair Asia Tenggara. "Hal ini sangat penting, karena bisa merangsang aktivitas dan kreativitas mereka untuk menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas," tambahnya. (putri).

                                          ----------------------------------------------------------------------


 


KOMENTAR

5 Komentar

musyawir esbe
Tanggal 25 - 07 - 2011
Mas Gunoto, kenapa kok tuan rumah PPN VI nggak diambil oleh Jateng saja? Harus diperjuangkan, mas. Paling tidak setelah tahun 2012. Salam!
Diah Setyawati
Tanggal 03 - 08 - 2011
Jateng harus berjuang untuk menjadi tuan rumah PPN, paling tidak setelah Singapura, yaitu tahun 2014. Tapi perjuangan itu akan sia-sia kalau para pejabat pemerintah provinsi Jateng tidak memiliki komitmen dan apresiasi kesenian yang baik.
dita
Tanggal 11 - 08 - 2011
sdr. Gunoto Saparie, pertanggungjawabkan tulisan anda di Suara Karya (10 Agustus 2011, "Mengurai Masalah RUU BPJS") yang menjiplak karya Sdr. I Gusti Agung Anom Astika di Sinar Harapan (20 Juli 2011, "Sesat Pikir RUU BJPS"). harap klarifikasi.... terima kasih
Gunoto Saparie
Tanggal 12 - 08 - 2011
Terima kasih koreksinya, Sdr Dita. Tulisan tersebut semula cukup panjang, tapi terpotong justru pas sumbernya, sehingga terkesan plagiarisme. Saya minta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan. Sekali lagi terima kasih, maaf, dan salam.
ulin yusron
Tanggal 17 - 08 - 2011
Gunoto bukan cuma sekali menjiplak tulisan.Silahkan baca URL ini: http://n0vri.wordpress.com/2008/07/11/dicontek mentah-mentah/.Sudah jelas Gunoto tak pernah meghargai intelektualitas.Saatnya semua awak media, membanned nama ini, sebagai penulis kolom. Alasan diatas sangat tidak masuk akal. Menyampaikan alasan itu sa..(terputus,kepanjangan)

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter