KARYA SENI PERANAKAN TIONGHOA Ditulis Oleh :Aries Kunarto MK, Pada Tanggal : 01 - 02 - 2012 | 18:38:05
 BERITA TERKAIT Sejarah panjang migrasi orang-orang Tionghoa dari daratan Tiongkok, dengan berbagai macam alasan, telah melahirkan budayanya sendiri, yang jauh dari tanah leluhur. Hal itu terjadi setelah mereka melewati kerasnya pelayaran dan berbagai rintangan dalam perjalanan mengarungi kehidupan. Akhirnya, mereka pun terdampar di bumi Nusantara, membawa pada era dunia baru dan tempat tinggal baru.
Walau tidak tertutup kemungkinan ada kerinduan terhadap tanah leluhur, tetapi semua itu terobati, dengan munculnya beraneka tatanan baru kehidupan pada kelompok mereka. Hasil dari interaksi dalam kurun waktu yang panjang, melahirkan budaya Tionghoa baru. Demikian dijelaskan Mirna Wijayati dari Bentara Budaya Jakarta pada Obyektif Cyber Magazine, baru baru ini.
Ditambahkan, bertolak dari hal itulah, setelah sukses menyelenggarakan Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan: Sebuah Perjalanan Budaya pada tahun 2009 lalu, kali ini kembali, Bentara Budaya Jakarta, bekerjasama dengan Komunitas Lintas Budaya Indonesia, menyelenggarakan kembali pameran Peranakan Tionghoa Indonesia.
Untuk tahun ini, berthemakan “Budaya dan Karya Seni Peranakan Tionghoa Indonesia”. Acara akan berlangsung tanggal 6 -12 Februari 2012. Pembukaan akan disertai peluncuran buku "Peranakan Tionghoa Indonesia Sebuah Perjalanan Budaya” edisi revisi dalam bahasa Inggris. Buku ini diperkaya dengan empat bab tambahan dan perbaikan kualitas foto.
Pameran kali ini akan dibuka tepat pada perayaan Cap Go Meh (15 hari setelah Hari Raya Tahun Baru Imlek 2563). “Tidak ada niatan untuk memuja-muja kebesaran (glorifikasi) budaya Tionghoa dari tanah leluhurnya di Tiongkok,” tambahnya. Namun justru untuk menekankan adanya akulturasi yang memperkaya warna dalam kebun bunga kebudayaan Indonesia, yang memang beraneka ragam. Bhinneka Tunggal Ika.
Peresmian: Senin, 6 Februari 2012 pukul 19.30 WIB. Pameran berlangsung: 7 – 12 Februari 2012 pukul 10.00 – 18.00 WIB. Demikian pihak panitia minta dikabarkan. (Aries Kunarto MK).
---------------------------------------------------- |