Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Seni-Budaya0 Komentar  |  281 Pembaca

KENCRUNG, MELUKIS KEHIDUPAN TAK KASAT MATA
Ditulis Oleh :Agam Teguh Murtono, Pada Tanggal : 11 - 01 - 2012 | 07:44:35

Berkarya seni tak terbatas pada sebuah medium.Justru berkarya seni dengan mengeksplorasi medium menjadi sebuah karya yang menyegarkan sekaligus menawarkan sebuah kejutan. Melukis tak lagi di atas kanvas atau kertas.Tapi di atas permukaan kencrung:sebuah alat musik berdawai mirip ukulele sebagai pelengkap musik orkes keroncong. Demikian diungkapkan Mirna Wijayati dari Bentara Budaya Jakarta kepada Obyektif Cyber Magazine, baru-baru ini.

“Kencrung sebagai alat musik, pada permukaannya digarap dengan imbuhan gambar, drawing, dan lukisan oleh para perupa yang merespon kencrung sebagai medium berekspresi. Seni melukis kencrung, sesungguhnya melukis kehidupan itu sendiri, dalam ekspresi yang tak kasat mata,” imbuhnya.  

Maka terkumpullah 69 perupa yang bergairah mencoretkan garis dan menorehkan warna di atas alat musik kencrung.  Beberapa nama adalah nama top di panggung seni rupa Indonesia seperti Djoko Pekik, Edi Sunaryo, Sigit Santosa, Nasirun, Melodia, Yuswantoro Adi, Ong Hari Wahyu, Bambang Heras, Yuni Wulandari, Irwanto Lentho, Andre Tanama, Budi Ubrux dan sederet nama lagi.

Para perupa merespon undangan tiga kurator yaitu Romo Sindhunata, Hermanu dan Ong Hari Wahyu, dengan menggarap kencrung ibarat sebuah permukaan kanvas.  Bentuk kencrung yang mirip gitar mini, menantang gagasan beberapa perupa membuat bentuk-bentuk baru yang kemudian muncul kencrung dari alat penggorengan, tong, radio dan sebagainya. Benda-benda bukan alat musikal ini kemudian digambar atau dilukis dengan objek yang menarik.  

Kencrung  adalah alat musik yang penting bagi orkes keroncong sebagai pengiring irama musik. Crung-crung, atau crong- crong, adalah bunyi yang dihasilkan kencrung.   Makanya berdasarkan bunyi “crung”, alat berdawai ini dinamakan kencrung. Menghasilkan bunyi yang khas sebagai alat musik  orkes keroncong. Dalam pameran ini kencrung tidak didudukkan dalam cara kerja musikalnya, atau dimainkan, namun kencrung yang menawarkan keindahan, keunikan, keliarannya dalam bentuk visual.

“Memang sangat menarik. Bagi yang ingin menyaksikannya secara langsung, bisa melihat pamerannya di Bentara Budaya Jakarta, “ katanya mengakhiri pembicaraan. (Agam).

----------------------------------

Jadwal Pameran Kencrung:

Pembukaan Pameran: Selasa, 10 Januari 2012 Jam 19.30 WIB, oleh: Remy Silado

Tempat:Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No. 17, Jakarta 10270

Pameran berlangsung : Tanggal 11 - 15 Januari 2012 Pukul 10.00 - 18.00 WIB

                                               ------------------------------------------------


 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter