Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Seni-Budaya0 Komentar  |  557 Pembaca

PAMERAN CINTA GM SUDARTA
Ditulis Oleh :Paulina Dinartisti, Bentara Budaya Jakarta, Pada Tanggal : 26 - 07 - 2011 | 17:52:19

Tidak mudah buat GM Sudarta untuk menepati janji berpameran tunggal tahun ini. Pulang ke tanah air selepas tugas mengajar di Kyoto Seika University, Jepang, ia berjuang mengatasi penyakit serius yang disandangnya. Dengan tubuh ringkih, dan seminggu sekali masih menerbitkan karikaturnya di suratkabar Kompas, ia mengisi hari-harinya dengan melukis.

Inilah perjuangan berat si pelukis karikatur terkemuka tanah air. Namun semuanya dijalaninya dengan tabah dan berbahagia. Meski setiap kali melukis, disela dengan istirahat panjang, untuk tetap bisa menjaga kondisi tubuh, toh ia mampu menyelesaikan sekitar 15 lukisan. Bukan hal yang mudah, tetapi prestasi yang luar biasa, mengingat kondisinya yang lemah.

Hampir semua lukisan tersebut berupa satire yang tajam, mengiris, dan membawa suasana yang muram. Itulah Indonesia yang serba runyam, konyol, penuh aib korupsi, namun toh tetap kita cintai. Dan karena rasa cinta bangsa yang sangat besar itulah GM Sudarta melukiskannya, dengan hati teriris namun di baliknya penuh dengan harapan. Rasa cinta bangsa inilah yang belakangan membakar semangatnya  untuk terus berkarya di tengah keterbatasan waktu dan fisik.

Sebenarnya ini bukan sikap baru kartunis terkemuka tersebut yang selama 40-an tahun secara terus menerus menghangatkan Indonesia dengan opini bergambar jenaka Oom Pasikom. Kritik-kritiknya yang nyelekit namun penuh humor telah melewati masa pemerintahan lima orang presiden, juga dikobarkan oleh rasa cinta bangsa tersebut. Perjalanan panjang sebagai seniman yang melelahkan, tapi membahagiakan.

Perbedaan karya karikatur dan lukisannya, yaitu, humor selalu menjadi unsur utama di dalam karikaturnya, sehingga betapa pun keras kritik tak akan membuat marah secara berlebihan, bagi yang kena kritikannya. Sedangkan dalam lukisan-lukisan yang dihasilkannya, kandungan humornya relatif tipis. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri. Oleh karena itu, judul pamerannya kali ini, mengacu pada kehidupan yang berdasar pada cinta: “Pameran Cinta GM Sudarta”. Isinya karya-karya seni rupa, isinya seputar cinta.

Sebagian dari karya utama karikaturnya yang disimpan di Museum Kartun di Bali akan ikut dipamerkan. Akan disertakan di dalam pameran beberapa lukisan yang disebutnya berasal dari “periode melukis yang indah-indah”. Di dalam masa kreatif serba indah tersebut, ia melukis para model yang ayu, atau suasana yang tenteram lewat sosok-sosok yang menggambarkan terjemahan dari cinta kasih alam.

Pameran ini juga menyuguhkan kiprah GM Sudarta di dunia rupa trimatra. Ia membuat karya seni rupa instalasi, yang memungkinkan pengunjung pameran merasakan sensasi ruang dan benda konkret di sekelilingnya. Inilah untuk pertama kali ia menampilkan karya seni rupa instalasi di dalam pameran yang terbuka untuk umum, yang akan digelar di Bentara Budaya Jakarta. Sangat menarik dan langka. (Paulina Dinartisti)

Peresmian pameran: Jumat, 12 Agustus 2011 pk. 18.00 wib. Untuk umum : 13 – 21 Agustus 2011 pk. 10.00 – 18.00 wib. Tempat: Bentara Budaya Jakarta.

                                      -------------------------------------------------------------------

FABRIC EXPERIENCE 

“12 PAS” adalah nama dari sekelompok perupa yang berkiprah sejak tahun 2005. Awalnya sebagian besar anggotanya adalah alumnus jurusan Seni Rupa IKJ-LPKJ, Jakarta. Latarbelakang profesi mereka adalah pelukis, pematung, pegrafis, juga pelaku fashion. Aktifitas pameran mereka tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota besar seperti Bandung, Solo, Denpasar Bali.

Selain menampilkan karya-karya personal, kecenderungan kolaboratif, karya bersama juga menjadi ciri kelompok ini. Kecenderungan dari perupa-perupa jebolan satu institusi kesenian yang sejak awal dirancang dengan konsep multi disiplin. Pameran kali ini menampilkan karya enam orang yaitu  Kusmei Santo, Martin Thresna Setia, Tipto Supratipto, Jack S Riyadi, Oky Arfie Hutabarat, dan satu-satunya wanita Amalia Sigit.

Ekspresi dalam karya-karya personal dipilih dan diselaraskan untuk mendukung kekuatan karya bersama. Pameran karya  kolaboratif ini berjuluk Fabric Experience. Menggarap kain sebagai produk pabrikan, industri,  menjadi material ekspresi utama, didukung unsur-unsur cahaya, gerak tari dan juga unsur bunyi.

Gagasan-gagasan filosofis, kontemplatif dan implementatif menjadi wahana eksplorasi. Konsepnya sederhana membebaskan “rasa” untuk mencapai “keheningan”. Musik digarap oleh Ahmad Fahmi Alatas, dan gerak tari oleh Rita Dewi Saleh. (Paulina Dinartisti) 

Peresmian pameran: Kamis, 28 Juli 2011 pukul 19.30 wib. Pameran untuk umum :  29 Juli – 7 Agustus 2011 pukul 10.00 – 18.00 wib. Tempat: Bentara Budaya Jakarta.

                                        ----------------------------------------------------------

BENTARA BUDAYA PUTAR FILM TURKI

Dalam suasana bulan Ramadhan, Bentara Budaya Jakarta (BBJ) akan memutar empat buah film Turki.  Menurut  sutradara Garin Nugroho yang menghadiri berbagai festival film internasional, perfilman Turki selama dua dekade ini mengalami kemajuan amat pesat. Bisa dikatakan mencoba mengejar posisi perfilman Jepang, China, India, dan menyamai posisi Iran dan Korea Selatan yang terbilang maju di Asia.

Letak geografis dan perjalanan sejarah Turki membuat negara ini amat unik, karena terletak di perbatasan benua Asia dan Eropa. Mayoritas penduduk Turki adalah Islam dan budayanya amat nyata ketimurannya. Namun negaranya berjuang keras agar bisa diterima sebagai bagian dari Uni Eropa. Perbenturan dua dunia ini –Timur dan Barat- tercermin dalam film-film Turki.

Salah satu sutradara Turki, Nuri Bilge Ceylan, kini tergolong sebagai pembuat film papan atas karena telah meraih berbagai penghargaan internasional, di antaranya  meraih penghargaan sebagai Sutradara Terbaik di Festival Film Cannes 2008 untuk filmnya Uc Maymun (Three Monkeys). Film ini akan diputar bersama tiga film Turki produksi tahun 2008 lainnya, yaitu Sonbahar (Autumn), Tatil Kitabi (Summer Book), dan Gitmek: Denim Marlon ve Brandom (Gitmek: My Marlon and Brando).

Uc Maymun (109 menit), merupakan film cerita kelima karya Ceylan, yang mengangkat kehidupan sebuah keluarga yang mengalami kehancuran komunikasi serius selama perjuangan mereka mengatasi kekerasan hidup. Kisah drama keluarga ini sebenarnya akrab dengan apa yang banyak terjadi di Indonesia, yaitu tabrak lari, joki narapidana, anak yang merengek minta dibelikan mobil, dan majikan yang merayu istri karyawannya.

Sonbahar (99 menit), mengisahkan pergumulan seorang  pria mantan narapidana politik yang baru keluar dari hukuman penjara selama sepuluh tahun. Film yang meraih berbagai pernghargaan dalam dan luar negeri ini, merupakan film debut sutradara Ozcan Alper yang juga menulis ceritanya.

Tatil Kitabi (92 menit), sebuah film kisah drama keluarga yang dilihat dari mata seorang anak berusia sepuluh tahun. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Seyfi Teoman. Sementara Gitmek (93 menit) disutradarai oleh Huseyin Karabey, dibuat berdasarkan kisah nyata tentang perjalanan luar biasa seorang perempuan Turki ke perbatasan Irak yang sedang mengalami peperangan. (Paulina Dinartisti)

Jumat, 19 Agustus 2011: Jam 16.00  Tatil Kitabi. Jam 19.00 Uc Maymun. Sabtu, 20 Agustus 2011: Jam 16.00 Gitmek: My Marlon and Brando. Jam 19.00 Sonbahar.Tempat: Bentara Budaya Jakarta.

                                      -------------------------------------------------------

 
 
 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter