SAJAK-SAJAK: ANGGORO SUPRAPTO Ditulis Oleh :ars, Pada Tanggal : 28 - 04 - 2011 | 16:25:37
 BERITA TERKAIT PERJALANAN
Sajak bagi: Anggi
Katamu, perjalanan panjang mesti dilanjutkan
Hadapi medan luas tanpa tepi tanpa hamparan
“Inilah kasunyatan,” gumammu memantulkan wening
Pancarkan bening semburatkan hening
Lalu, kesesiapakah jejak mesti ditinggalkan?
Kulihat mripatmu berkaca-kaca
Jalanan begitu ngelangut, sunyi. Sepo sepah sepi.
Namun
Serumit apapun janganlah berhenti, gumammu
Bukankah sudah berjuta jejak terengah tlah kita lalui?
Baiklah, kita trus melangkah gapai tujuan
O, hidup ini milik siapakah?
Semua berbaur menghambur berserakan
Seperti semasih awal-awal meniti kehidupan
Seperti semasih api menyala di dalam dada
Semasih semangat muda membara trus nyala
Kini, usiaku tidak muda lagi. Dan kau, tetap tersenyum
Bisikan kata-kata di telingaku. Lanjutkan,desahmu pelan
Ya, aku mesti bergegas. Kumpulkan sisa-sisa kekuatan
Satukan semangat trus melangkah gapai semua impian
Tidak ada kata lelah tidak ada kata menyerah
Bukankah kau dan aku satu tujuan?
Katamu, perjalanan panjang mesti dilanjutkan
Samar, samun, berujung kabut memudar berpendaran
Kota demi kota terbaring lelah mencacat jejak kita
Dengan gagah kumelangkah. Sesekali teriak lantang
Gusti, menangkan aku dalam pertarungan kehidupan
Semarang, 2009
-------------------------
SUDAH LAMA KITA TERJAGA
Sudah lama kita terjaga
Sejak orang-orang asing meletakkan senjata
Di depan anak-anak dan sesepuh kita
Sudah lama kita tertidur panjang
Lelap dalam mimpi indah berkepanjangan
Lupa mengisi kemerdekaan negeri
Saling cakar saling sikut saling sibuk mengais rejeki
Lalu, negeri ini milik siapakah?
Hari ini
Ketika ratusan juta mulut lapar menganga
Ratusan juta tangan terkepal mencakar udara
Sesak nafas sesak dada sesak harapan rakyat
Memendam berjuta makna
O, Sang Ratu Adil yang tersebut Satria Piningit
Sudah terlalu lama sembunyi lelap bertapa
Bangunlah
Rakyat negeri Nusantara butuhkan dirimu
Butuhkan pemimpin yang senyap dalam karya
Berpihak pada rakyat tanpa kompromi tapi nyata
Ingatlah,sudah lama kita terjaga
Sejak puluhan tahun silam lelahkan raga
Sudah terlalu lama ketika harapan nyaris sirna
Segera mangejowantah-lah di negeri tercinta
Semarang, 2009
---------------------------
SIAPAKAH SELALU MENYEBUT ASMAMU?
Begitulah
Ketika mendengar gema Allahuakbar
Aku jatuh tersungkur
Denyut nadi terhenti detak jam di dinding mati
Siapakah yang selalu menyebut-nyebut asmaMu?
Membuat gemetar jiwaku gemeretak gigiku
Kubisikkan berkali-kali ya Rahman ya Rahim
Aku mencair dalam pusaran waktu
Tenggelam dalam genggaman indahnya zatMu
Begitulah
Sang waktu pun terus berjalan
Menggerambyang menggumamkan zikir berkepanjangan
Siapakah selarut malam masih mengalunkan wiridan?
Bercucuran air mata kumandangkan rintihan jiwa
Bersujud di atas sajadah tenggelamkan diri
Komat-kamit sebut asmaMu berkali-kali
Gusti Allah, desismu, Engkaulah Sang Maha Abadi
Ketika jiwaku galau bolehkah berteduh di bayangMu?
Semarang, 2010
-------------------------
|