Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Seni-Budaya2 Komentar  |  903 Pembaca

TIMUR: KETUA DKJT HARUS DIGANTI
Ditulis Oleh :kunarto, Pada Tanggal : 10 - 04 - 2011 | 09:35:21

Pergantian kepengurusan Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT), terutama ketuanya, menurut Timur Sinar Suprabana, mutlak, tidak dapat ditawar-tawar, bahkan harus dipercepat. Ketegasan itu dikatakan kepada Obyektif Cyber Magazine di rumahnya di Perumahan Jatisari, Kawasan BSB Mijen Semarang, baru-baru ini, menanggapi adanya aspirasi para seniman muda untuk mengadakan penyegaran di kepengurusan DKJT.

Ditambahkan, wacana percepatan pergantian pengurus DKJT, hebohnya tidak hanya ketika akan menjelang musda ini saja, tetapi sudah sejak dulu. “Sudah lama para seniman di Jateng khususnya di Semarang menginginkan Ketua DKJT diganti saja, karena dianggap tidak mewakili para seniman, tetapi mewakili golongan politik tertentu,” katanya blak-blakan.

Terang-terangan dia menuduh, kepengurusan DKJT dibentuk pada waktu itu, untuk kepentingan politik Bambang Sadono (BS), yang saat itu akan mencalonkan Gubernur Jateng dari Partai Golkar. Apalagi BS juga menjabat Ketua Golkar Jateng, dan hal itu membuat para seniman muda merasa tidak sreg. “Seharusnya ketua DKJT independen berdiri di semua pihak,”tambahnya.

Dikatakan, meski sekarang BS sudah tidak menjabat Ketua Golkar, tetapi masih tetap menjabat Wakil Ketua DPRD Jateng dari Golkar. Oleh karena itu, walaupun mengaku independen, menurut Timur, cap sebagai kader partai politik tidak mudah dikaburkan begitu saja. Dengan demikian, kepengurusan DKJT yang sekarang, dinilai  tidak efektif dan produktif, karena mengabdi pada kepentingan ketuanya, BS. Bukan mengabdi untuk kemajuan kesenimanan di Jateng.

“Kita semua, para seniman muda tahu, kepengurusan DKJT yang sekarang, dibentuk ketika BS mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng dari Partai Golkar. Sebagian besar pengurusnya juga  akhirnya ikut menjadi tim sukses BS. “Jadi mau indenpenden gimana? Mengurus seniman, tidak boleh dicampuradukan dengan kepentingan politik. Fakta ini tidak bisa ditutupi, Begitu BS gagal jadi gubernur, sebagian kepengurusan DKJT yang tadinya ikut tim sukses, juga jadi nglokro,” tambahnya.

Timur yang mengaku punya geng seniman muda beranggotakan 300 seniman, setiap hari berkomunikasi lewat facebook (FB). Dia lebih dikenal sebagai penyair elite Semarang. Sering tampil di forum nasional, biasanya bersama penyair Gus Mus (KH Mustofa Bisri) dan Sitok Srengenge. Buku kumpulan puisinya sudah banyak yang terbit, di antaranya, Sihir Cinta, Gobang Semarang, dan lain-lain. Aktif di Dewan Kesenian Semarang, bersama Marco Manardi,, Handry TM, Beno Siang Pamungkas, Sukamto Gulit, dengan lembaga Gubug Penceng.

Timur keseharian tampil cukup eksentrik dan menarik, dengan rambut dibiarkan panjang sebahu, berwana keperakan.Darah seninya diwarisi dari almarhum ayahnya, seniman serba bisa, Bolo Sutiman, yang seangkatan dengan WS Rendra dan Arswendo Atmowiloto. Tampil santun, bicaranya halus, namun sesungguhnya Timur masuk golongan seniman “garis keras”. Kalau sudah membicarakan topik yang menarik, dia bisa meledak-ledak, penuh semangat, berkobar-kobar, tetapi yang tetap terjaga. Setiap hari mengkritisi pemerintah yang di-posting lewat FB.

Timur jauh sebelumnya sudah bergiat di dunia seni sastra-budaya, di Semarang bersama komunitas  “Bening PMS”, dengan Anggoro Suprapto, FX Priyonggo, Ragil Wiratno, Mamiek Utami, Mamang, dan lain-lain. Karya-karya anggota komunitasnya, pada waktu itu mampu tampil terpublikasi di media massa yang ada di tanah air. Juga main drama di TVRI Jateng. Dia dikenal tidak hanya hebat dalam menulis puisi sehingga dikukuhkan sebagai penyair, tetapi juga menarik ketika tampil di panggung sebagai deklamator.

“Tulis ini,” katanya. ”Secepatnya Ketua DKJT harus diganti. Saya siap jadi martir, kalau diperlukan siap tampil menjadi Ketua DKJTuntuk menyelamatkan lembaga ini dari pengaruh-pengaruh yang tidak semestinya,” tambahnya. Kepengurusan lama yang dinilai “sudah tua”, seperti BS, Gunoto Sapari, Mukti Sutarman, harus legowo meletakkan jabatan. Sedangkan seniman seperti Jawahir Muhamad, Yudiono Ks dan lain-lain, yang sudah tua, dihimbau jangan tampil lagi.

“Serahkan pada yang muda-muda. Ini eranya anak muda yang siap mengambil alih kepemimpinan,” tuturnya mengakhiri pembicaraan. Ah Timur, kamu memang selalu menarik. (kunarto)

                     --------------------------------------

HANDRY & BENO DISEBUT-SEBUT

Pembicaraan tentang siapa yang pantas menduduki Ketua DKJT, semakin ramai. Para seniman yang secara rutin berkumpul di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, setiap ketemu selalu membicarakan itu. Ada empat nama yang menonjol dan sering disebut, masing-masing: Marco Manardi, Timur Sinar Suprabama, Handry TM dan Beno Siang Pamungkas.

Marco dan Timur menyatakan siap untuk menjadi orang nomor satu di DKJT. Sedangkan Handry dan Beno, belum memberikan pernyataannya. Namun keduanya dinilai oleh para seniman, khususnya seniman muda, cukup mampu menjadi ketua. Berbagai syarat, seperti pengalaman memimpin, soal manajemen, administrasi,  dan lain-lain, bisa dilaksanakannya.

Sementara seniman Dwi NR dari Kendal dan Ilham Hamijaya, yang terkenal dengan karyanya Belenggu Gading, mengusulkan agar kepengurusan DKJT juga melibatkan para yunior yang sekarang ini prestasinya menonjol. Seperti misalnya Adin dari komunitas Hysteria. Kelana dan kawan-kawan dari Kendal, juga perlu di perhitungkan. Keduanya setuju, kalau kepengurusan DKJT mendatang ini dipegang oleh generasi muda.

Kaum muda tidak hanya paham soal berkesenian saja, tetapi mereka juga menguasai manajemennya. “Masak kepengurusan yang sekarang ada yang membuat standar Laporan Pertanggujawaban (LPJ) saja tidak tahu, kan kebangeten,” tutur Timur menimpali. Memang anak-anak muda bisa diandalkan. Komunitas mereka sudah memiliki lembaga bidang riset, ahli IT,dll. Disamping itu, tidak hanya membuat RAB saja, mereka juga menerapkan Job Discription, TOR dan SOP, dalam manajemen modern berkesenian mereka. Bagaimanapun keberadaan mereka wajib diperhitungkan. (kunarto)

 

 


KOMENTAR

2 Komentar

Ghufron Hasyim
Tanggal 11 - 04 - 2011
Setuju kepengurusan, termasuk Ketua DKJT diganti. Hanya saja pilih penggantinya yang mumpuni yang bisa memimpin organisasi segede DKJT, bisa merangkul semua seniman dari berbagai komunitas, mau mengorbankan uang dan waktu serta tenaga dan jiwanya.
dharmadi
Tanggal 11 - 04 - 2011
mudah2an keinginan teman-teman memang untuk memperbaiki organisasi tidak terjebak pada rebutan jabatan.dan gejalanya memang demikian telah timbul nafsu untuk jadi ketua di kalangan teman2 seniman ketika sudah berbicara dewan kesenian.

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter