TRAVELING MUSIK INDRO HARDJODIKORO Ditulis Oleh :Sutan Zulkarnain, dari Biro Bogor , Pada Tanggal : 11 - 02 - 2012 | 03:34:56
 http://bentarabudaya.com BERITA TERKAIT Inilah album kedua karya bassist kondang, Indro Hardjodikoro, berjuluk Traveling, hasil kolaborasi dengan beberapa rekannya menyusul album pertamanya Feels Free yang sudah beredar lebih dahulu. “Dalam album ini, Indro didukung Fajar Adi Nugroho (bass),Yesaya Soemantri (drum) dan Andi ‘Gomez’ Setiawan (keyboard),” tutur Mirna Wijayati dari Bentara Budaya Jakarta kepada Obyektif Cyber Magazine, baru-baru ini.
Ditambahkan, album ini menjadi menarik karena dua pemain bass saling berinteraksi dan berimprovisasi satu sama lain, melahirkan irama dan dinamika yang bertenaga secara bergantian. Sehingga menimbulkan harmonisasi suara yang indah, dan menimbulkan imaji tersendiri bagi pendengarnya. Sebuah garapan musik yang tidak main-main dan merupakan karya seni musik yang bagus.
Ada sembilan lagu andalan pada album ini, sebutlah The Fingers, Andong, Traveling, Afis Jamm, Slip Sometime, Rencong, Seabird, Come to our Trip, dan Beside Me. Sebelumnya, Indro Hardjodikoro and the Fingers, telah bertandang ke Jazz Festival di Rusia bulan Juli 2011 lalu, di MuzEnergo di Dubna dan Petro Jazz di St Petersburg. Sebuah perjalanan yang tidak mudah untuk bermain di Rusia jika tidak berkat dukungan, antusiasme dan sambutan para penonton dan para musisi dari negara lain.
Menyusul sukses pertama, Indro dan gerombolannya, dan menampilkan Dira Sugandi, berkunjung untuk kedua kalinya di Rusia bermain di kota-kota St Petersberg, Protvino, Moskow dan Elektrostal, Rusia, pada 12-17 Januari 2012. Indro Hardjodikoro pastilah salah satu musisi duta Indonesia yang menembus pentas musik kaliber dunia.
Untuk para penikmat di tanah air, khususnya di Jakarta, Bentara Pentas Musik bersama Indro Hardjodikoro & The Fingers, baru-baru ini mementaskannya di Bentara Budaya Jakarta , di Jalan Palmerah Selatan 17, Jakarta 10270. Sambutan masyarakat cukup hangat dan memperoleh sukses besar. Semua itu juga berkat dukungan dari Bentara Budaya Jakarta yang secara rutin menggelar kegiatan seni budaya. (Sutan Zulkarnain).
--------------------------------------------
DISKUSI FILM EDWARD GUNAWAN
Bentara Budaya Muda beberapa waktu lalu pernah mengundang Edward Gunawan aktor, model, penulis dan filmmaker, membawakan workshop tentang penulisan naskah pendek. Kali ini Bentara Muda juga menggelar acara Nonton Bareng film Edward Gunawan.
Dengan line up screening :
1. Music Video Good in Goodbye
2. Music Video Waktu
3. Merindu Mantan - sneak preview
4. Borrowed Time
5. Payung Merah
6. Garis Bawah - sneka preview
7. Broken Vase
8. Tanya jawab seputar film-film Edward Gunawan.
Edward Gunawan sebagai seorang aktor, model, penulis dan filmmaker, sudah tidak asing lagi di dunia filmmaker. Karya-karya film pendeknya berhasil meraih sejumlah penghargaan dan pengakuan internasional. Sebagai seorang penulis, dia memulai kariernya menulis naskah monolog teater di bawah bimbingan tokoh performance artist veteran Dan Kwong dan Tim Miller, dan selanjutnya juga menulis naskah drama teater.
Tahun 2008, setelah menyelesaikan film making workshop di Film Independent’s Project: Involve (Los Angeles, Amerika Serikat) dengan pemenang Academy Award Chris Tashima sebagai mentornya, ia merampungkan debut penyutradaraannya dengan “Laundromat,” sebuah film pendek berpenghargaan yang ia tulis sendiri.
"Nona Indonesia," naskah film yang ia garap dengan Lucky Kuswandi, dipilih sebagai Best Project di Feature Screenplay Development Competition pada JiFFest 2008 dan "Payung Merah," sebuah film pendek yg ia tulis dan co-direct dengan Andri Cung, barusan ini meraih penghargaan Best Asian Short Film Awards di ajang Screen Singapore. Edward juga berperan dalam fim arahan Nia Dinata, Arisan 2. Cukup menarik memang. (Sutan Zulkarnain).
--------------------------------------
PEMUTARAN FILM ANG LEE & WAYNE WANG
Bersamaan dengan penyelenggaraan Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan, di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) beberapa saat lalu, kembali BBJ juga memutar film-film masalah Tionghioa peranakan di Indonesia. Ada enam film karya sutradara Ang Lee dan Wayne Wang, yang keenamnya bertema kehidupan orang-orang Amerika keturunan Tionghoa. Kali ini diharapkan, masyarakat dapat memahami bagaimana kehidupan orang-orang Tionghoa perantauan di negeri baru seperti Amerika Serikat.
Ang Lee adalah sutradara kelahiran Taiwan tahun 1954. Ia lulus dari National Taiwan College of Arts pada tahun 1975, mendalami penyutradaraan film/teater di University of Illinois at Urbana-Champaign dan memperoleh gelar BFA, serta master dalam produksi film di New York University. Ia sempat menjadi asisten sutradara Spike Lee.
Ia saat ini dikenal sebagai salah satu sutradara film terkemuka di dunia sejak film laga silatnya Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000) meraih Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik. Yang akan diputar di BBJ kali ini adalah tiga film pertamanya yang diproduksi di AS, yaitu Pushing Hands (1992), The Wedding Banquet (1993), dan Eat Drink Man Woman (1994). Ketiganya bertema kehidupan keluarga warga Amerika keturunan Tionghoa.
Di ketiga film itu tampil pemain yang sama, yaitu Sihung Lung. Wayne Wang lahir dan besar di Hong Kong tahun 1949. Nama depannya diambil dari nama bintang cowboy John Wayne, actor favorit ayah kandungnya. Pada usia 17 tahun ia hijrah ke AS, dengan niat awal menjadi mahasiswa kedokteran, namun ia beralih haluan menjadi mahasiswa perfilman dan televisi di California College of Arts and Crafts di Oakland.
Filmnya yang paling terkenal adalah The Joy Luck Club (1993) yang dibuat berdasarkan novel Amy Tan. Film ini akan diputar di BBJ bersama dua filmnya yang lain yang mengisahkan kehidupan warga Amerika keturunan Tionghoa, yaitu Eat a Bowl of Tea (1989) yang dibintangi oleh Cora Miao, mantan Miss Hong Kong yang kemudian dinikahinya, dan A Thousand Years of Good Prayers (2007). Sangat menarik menyaksikan film mereka. (Sultan Zulkarnain).
--------------------------------------
Bentara Budaya Jakarta:
Telp: (021) 5483008, 5490666 ext. 7910-7913
Fax: (021) 53699181
Website : www.bentarabudaya.com
E-mail : bbj@bentarabudaya.com
Facebook : bentara.budaya@ymail.com
Twitter : @BentaraBudaya.
------------------------------------
THE JOURNEY OF SILENCE
Wing Sentot Irawan, aktivis lingkungan dan musik asal Lombok, terhitung 6 Januari 2012 lalu, sampai waktu yang belum ditentukan mendatang ini, akan melakukan perjalanan keliling negara Asean. Dengan bersepeda, itulah ritual yang dilakoninya saat ini. Sebuah "Perjalanan Hening". Mencatat peristiwa-peristiwa yang tercecer di ruas-ruas jalan dan barangkali akan ditemukannya juga di jantung kota bernama Semarang.
Sebuah konser kecil musikalisasi puisi dari sajak-sajak Sentot dipentaskan olehnya, di Joglo Kampus Sastra Undip Pleburan. Jl. Hayam Wuruk No. 4, Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. “Beradalah di tepi jalan, melihatnya datang dan pergi sebagai sebuah peristiwa yang akan dicatat nanti, di setiap jalanan yang dilewati,” tuturnya. Ia memang seorang penyair, mengembara seorang diri. Berteman angin dan sepi. Bersepada, bernyanyi, bersajak, dan bernyanyi lagi. Sampai semuanya sunyi. (Aries Kunarto).
----------------------------------------
|