Siapa Akan Membela Engkau, Saudaraku?

Siapa Akan Membela Engkau, Saudaraku?

BERBAGI

Sajak-sajak ANGGORO SUPRAPTO

SIAPAKAH YANG AKAN MEMBELA ENGKAU?

1.Siapakah yang akan membela engkau, saudaraku. Rakyat miskin di negeri yang kaya raya. Negeri yang berlimpah susu dan madu. Sebagaimana danau, sungai dan lautnya pun penuh dengan gelimang harta. Tempat berkumpulnya jutaan satwa yang menyesap semua yang terlihat. Mengerat semua yang berlarat. O, Negeri Impian ini milik siapakah? Semua tanaman dan pepohonan begitu rimbun dan subur. Yang selalu iklas menyerahkan mahkotanya kepada siapa pun yang memerlukan. Namun kenapa anak-anakmu banyak yang kelaparan dan kekurangan gizi? Kenapa para petanimu selalu berkeluh kesah dan para pedagang di pasar begitu gelisah?

2.Siapakah yang akan membela engkau, saudaraku. Rakyat besar di negeri besar yang merindukan pemimpin besar. Seperti mimpi yang didengung-dengungkan para leluhur. Digelorakan gemuruh ombak di lautan. Didendangkan kerasnya semangat angin puting beliung. Disusupkan dalam bawah sadar dari generasi ke generasi, menjelma nyanyian memabukkan yang mengatakan: Di bawah kepemimpinan Ratu Adil, si pemimpin yang berjiwa besar, dan hanya berpikir untuk kesejahteraan rakyat, negeri ini akan menjadi gemah ripah, loh jinawi, tata tentrem kertaraharja. Negeri yang adil dan makmur bagi siapa saja. Lalu anak-anak pun bertanya. “Tuhan, adakah semua impian itu hanya ada dalam angan-angan. Hanya ada dalam ceritera-cerita wayang, lagu-lagu dangdut, rock, pop, tembang-tembang dan ucapan para penutur jalanan?” Jawablah Tuhan, agar kami semua tidak gamang.

3.Siapakah yang akan membela engkau, saudaraku. Jikalau di negerimu yang muncul adalah pemimpin-pemimpin berjiwa kerdil, lemah dan ragu-ragu. Pemimpin-pemimpin palsu yang menyamar jadi ratu.Tetapi menjadi cerdik tatkala melihat peluang meraih nikmatnya kekuasaan dan tahta. Menjadi rakus tatkala mencium aroma harta, emas dan permata? Seperti sang pengembara yang lupa jalan pulang, membiarkan seisi negeri dijarah para koruptor dan pialang. O, Rakyat yang malang, menangislah sepanjang lorong-lorong dan jalan kehidupan gersang. Dalam hiruk pikuknya hukum yang juga diperjualbelikan.

4.Siapakah yang akan membela engkau saudaraku? Rakyat di indahnya negeri impian yang gelagapan. Demi gelapnya malam, para cerdik pandai hanya diam mematung, memburu ilmu dan warna abu-abu. Para mahasiswa dan kawula muda seantero negeri, suka berkelahi, demonstrasi dan mencaci maki. Lebih suka mengetengahkan okol dari pada akal. Lebih suka anarkis, merusak, daripada adu keuletan dan kepintaran buah pikiran. Negeri di mana para wakil-wakil rakyat yang terhormat, lebih senang membicarakan kepentingan diri, naik gaji dan pelesiran ke luar negeri? Ssssttt…..negeri di mana para tokoh-tokoh agama lebih suka mengurusi partai, terlibat politik tingkat tinggi, dan ujung-ujungnya menginginkan kekuasaan duniawi.

5.Siapakah yang akan membela engkau, saudaraku? Ketika hidupmu terengah-engah dalam kemiskinan dalam kesulitan dalam cekikan harga yang melambung setiap hari dalam carut marut program-program penguasa negeri yang tak jelas arah dan sasaran dalam membangun negeri dalam era globalisasi. Dalam situasi seperti ini dalam kegentingan yang tak terperi: Wahai Sang Satria Piningit, calon pemimpin besar negeri kami, keluarlah! Rakyat dan seluruh negeri, membutuhkanmu, agar semua hal terbenahi.

Semarang, April 2008

———————–

Anggoro Suprapto, menulis novel, cerpen, dan puisi sejak 1980 sampai sekarang. Ikut aktif kegiatan berkesenian di Semarang, Solo dan Yogya. Sekarang lebih senang memilih jalan sunyi, sambil tetap menulis, fiksi dan non-fiksi, sebagai kegiatan utamanya.

————————

izzaweb
BERBAGI