Beranda Hot News Simpang Wie Diserbu Lalat

Simpang Wie Diserbu Lalat

130
0

Langsa, (obyektif.com) – Masyarakat Gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh, resah akibat serbuan lalat yang berasal dari empat titik lokasi peternakan ayam potong, di area Gampong Meudang Ara, perbatasan dengan Gampong Simpang Wie, sudah sebulan terakhir ini. Serbuan lalat itu sangat menjijikkan, karena juga sering hinggap di makanan penduduk.

Rusdi Hanafiah warga Simpang Wie kepada obyektif.com baru-baru ini mengaku resah. Akibat adanya empat peternakan itu, mengakibatkan ribuan lalat menyerbu rumah mereka setiap saat. Sebetulnya, kejadiannya sudah berlangsung lama, sejak berdirinya perternakan ayam tersubut. Namun penduduk baru merasakan kerepotan pada bulan-bulan terakhir ini.

Dikatakannya, kehadiran lalat-lalat itu sudah sangat menggangu aktivitas rumah tangga masyarakat sekitar. Dikhawatirkan akan menyebarkan berbagai wabah penyakit yang di timbulkan akibat lalat. Menurut informasi dari penduduk setempat, keempat pertenarakan besar itu ternyata milik para kepala desa di wilayah tersebut. “Pegusaha dan pemilik usaha peternakan adalah para kepala desa di wilayah ini, yaitu Kepala Desa Asam Betek dan Kepala Desa Medang Ara,” tambahnya.

Sementara Pak Wito, salah seorang pengusaha ternak, yang juga sebagai Kepala Desa Asam Betek ketika dikonfirmasi obyektif.com, mengakui jika kandang ternak ayam di Desa Medang Ara adalah miliknya.”Tetapi datangnya lalat-lalat tersebut, tidak terus menerus. Hanya akan banyak di rumah-rumah warga, saat ayam ternak sedang dipanen, biasanya 30 hari sekali,” kilahnya. Pak Wito juga beralasan bila wabah lalat yang menyerbu warga itu, bukan cuma dari kandang ternaknya saja. Akan tetapi juga dari kandang ternak milik Kepala Desa Medang Ara yang lain, misalnya milik Bu Guecik Sarmi, tambahnya.

Menyikapi hal tersebut Zulfadli Ar, salah seorang pengamat sosial di Kota Langsa, mengatakan, selayaknya pihak yang berkompeten mengobservasi ke lapangan di beberapa titik peternakan yang di keluhkan masyarakat. Harus ditanyakan kepada pengusaha ayam apakah mereka memiliki izin HO. Jika mereka tidak memiliki izin HO berarti usaha mereka ilegal.

Menurutnya salah satu syarat untuk memiliki HO adalah masyarakat tidak keberatan dengan usaha perternakan tersebut. Ironisnya, Dinas Peternakan Kota Langsa tidak bergeming terhadap kasus ini. Seharusnya Dinas Perternakan peka dan segera meninjau kembali lokasi peternakan ayam yang berada di pemukiman penduduk, kata Zulfadli. (Mustafa Rani)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here