Beranda Hot News Sri Ratu Pemuda Tutup 28 Februari 2019

Sri Ratu Pemuda Tutup 28 Februari 2019

126
0

SEMARANG, (Obyektif.com) – Supermarket terbesar di Kota Semarang, Sri Ratu Pemuda, yang sudah 41 tahun menggurita, akhirnya harus “menyerah” untuk tutup pada tanggal 28 Februari 2019. Pengumuman penutupan itu sudah disampaikan kepada karyawan dan karyawatinya, seminggu sebelumnya. Ratusan karyawan, tidak kaget karena kondisi perusahaan memang sudah melemah sejak lama.

Sri Ratu Pemuda, yang terletak di Jl. Pemuda 29 – 33 Semarang, dengan gedung berlantai tujuh tersebut, merupakan yang terakhir ditutup, setelah sebelumnya Sri Ratu Peterongan, juga di Semarang, sekitar enam tahun lalu, tutup. Operation Manager Sri Ratu Group, Tri Budi Suharyono mengungkapkan, tutupnya Sri Ratu dilatarbelakangi ketatnya persaingan sesama pebisnis retail. Sehingga membuatnya kewalahan dan akhirnya harus tutup 28 Februari 2019. Meski tutup, ada kemungkinan digunakan untuk bisnis yang lain, tambahnya.

Menurut Wikipedia, PT Sri Ratu Group yang ditutup ini, didirikan oleh Tresno Santoso pada tanggal 28 Juli 1978. Begitu didirikan usaha Pasar Swalayan ini terus membesar dan sempat menggurita. Sehingga membuka 8 cabang Sri Ratu di Indonesia. Ada yang sebagai unit bisnis mal seperti yang ada di Tegal dan Kediri. Ada juga yang beroperasi sebagai bisnis retail seperti di Madiun, Kediri, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, dan Semarang. Semuanya sudah tutup. Faktor yang menjadi penyebab tutupnya kedelapan cabang Sri Ratu tersebut kurang lebih sama.

Tutupnya Supermarket Sri Ratu, menurut sumber resmi, tidak mendadak. Sekitar enam tahun lalu, gejala melemahnya pasar swalayan ini sudah dirasakan. Tetapi baru empat tahun kemudian, dinyatakan tidak mampu beroperasi, sehingga banyak cabangnya yang ditutup dan ratusan karyawannya dihentikan. Penutupan juga karena tidak bisa bersaing dengan mall-mall modern, dengan konsep bangunan lebih kecil, dan manajemen lebih ramping.

Tutupnya mall-mall besar, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi di seluruh dunia, karena dunia sedang dilanda “disruption” dan “shifting”, yaitu perubahan dari era konfensional ke era digital, yang melanda semua lini. Namun minimarket, seperti Alfamart dan Indomaret, yang sudah menyesuaikan diri, justeru terus berkembang pesat di mana-mana, dan membukukan laba puluhan bahkan ratusan miliar setiap bulannya.

Demikianjuga marketplace, seperti Lazada, Tokopedia, dan lain-lain, juga sama, mengeduk keuntungan besar, puluhan miliar per-bulan. Demikian pula kaum milenial, yang bergerak di usaha online, berkembang pesat dan malah menjadi makmur. (Wisnu Dewabrata).

Gambar: Tiga hari menjelang tutup, Sri Ratu  Pemuda, tetap bukak, meski pengunjungnya sepi. (Foto: Obyektif.com/Wisnu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here