Beranda Puisiku Puisimu Stasiun Gambir Suatu Sore

Stasiun Gambir Suatu Sore

41
0
BERBAGI
Pak Wardjito Soeharso.

Wardjito Soeharso:

STASIUN GAMBIR, SUATU SORE

apa arti tawa di antara deru kereta
di depan gelas-gelas hampir kosong
berapa banyak nama berputar di atas kepala
beri gaung puisi-puisi yang hebat
ah, mau sampai di mana semua kata
kita biarkan mengembara?

di stasiun gambir kita bertemu lalu berpisah
tawa itu masih saja menggema.

15.05.2016

STASIUN PONCOL, SUATU PAGI

Dari balik jendela kaca
Yang ada hanyalah yang tertangkap bola mata
Lalu lalang
Hilir mudik
Orang jalan dalam gesa
Waktu yang merampas hidup dan usia

Ya
Wajah2 tegang kaku
Tanpa senyum ceria
Tanpa tawa bahagia
Orang bicara lewat pengeras suara
Tanpa nada
Tanpa irama
Terompet melengking
Roda2 mulai berputar
Semua seperti berpacu
Berpacu
Berpacu

Ada dialog
Getir di telinga
Ada wacana
Penuhi udara
Ada solilokui
Serasa sendiri
Sendiri
Sendiri

Inikah negeriku?
Itukah saudaraku?

23.05.2016

-Wardjito Soeharso, pendidik dan penyair di Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here