Beranda Traveling Suatu Siang di Barcelona

Suatu Siang di Barcelona

32
0
BERBAGI

BARCELONA, (Obyektif.com) – Dilihat dari bagian pantainya, Barcelona tampak sebagai tempat yang pas bagi orang-orang yang tahu bagaimana menyenangkan diri. Angin laut Mediterania sanggup menghalau panas yang dibawa oleh terik sinar matahari. Maka berlama-lama memapar tubuh di tepi laut tak menghantar rasa bosan dan kegerahan pada wisatawan yang ingin menggelapkan kulit.

Pada sisi dermaga, kapal-kapal pesiar berlabuh, menurunkan pelancong dari berbagai negara. Sejenak kemudian, jalanan kota yang sudah hiruk-pikuk menjadi semakin padat. Ratusan orang tak pernah sepi menyusuri trotoar jalanan yang bersahabat bagi pengguna kursi roda. Tak sedikit pula anak-anak muda meluncur di sana dengan roller-blade atau skate-board-nya; kendaraan alternatif tanpa bahan bakar yang tampaknya sangat digemari.

Tidak pernah jelas ke mana sebenarnya tujuan orang-orang itu. Kegiatannya yang tampak hanyalah berlalu-lalang. Tidak mengherankan sebenarnya, sebab kota ini memang layak dipandangi demi keindahannya. Gedung-gedung dengan corak gothik selalu mengapit di dua sisi. Umur mereka sudah ratusan tahun, namun fungsinya disesuaikan perkembangan.

Etalase-etalase toko yang menawarkan berbagai barang dan jasa tampak mendominasi bagian bawah bangunan. Di atasnya hingga lima atau enam lantai, yang dihias oleh ornamen cantik pada eksteriornya, adalah tempat bermukim tuannya. Tindakan ekonomi tidak mengesampingkan kebutuhan akan keindahan dan kenyataan sejarah, sebagaimana ditegaskan oleh monumen Christopher Columbus setinggi 60 meter di Pla├ža Portal de la pau.

Tiba di jantung kota, Barcelona yang semula terkesan duniawi tiba-tiba tampak religius. Sebuah katedral menjulang dengan puncak-puncak menaranya, menghadap ke jalan Carrer de Mallorca. La Sagrada Familia, demikian namanya, dibangun sejak tahun 1800-an. Dan hingga kini baru 70 persen yang dirampungkan. Gereja penuh dengan ornamen ini lekat dengan nama arsiteknya yang masyur, mendiang Antonio Gaudi, dan dijadikan ikon dari Barcelona.

Sebuah kebanggaan bagi saya untuk bisa sejenak tinggal di kota indah ini, sembari mengikuti konferensi dan perayaan ulang tahun AMFPA (Association of Mouth and Foot Painting Artists) ke-60. Setidaknya lebih dari 100 anggota berpartisipasi dalam kemeriahan ini. Seluruh rangkaian acaranya digelar di Hotel W Barcelona yang menghadap laut Mediterania. (Sabar Subadri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here