Beranda Sastra Budaya Tugu Monas dan Trio Macan, dalam Konas Puisi

Tugu Monas dan Trio Macan, dalam Konas Puisi

52
0
BERBAGI
Peserta Konas Gerakan PMK, berfoto bersama. (Foto: Obyektif.com/Wisnu Dewabrata)

Konferensi Nasional (Konas) Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK), se Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Ungaran Cantik, Semarang, selama dua hari, belum lama ini telah berlangsung sukses. Namun banyak pertanyaan yang belum terjawab, bagian dari yang tercecer selama Konas berlangsung. Wartawan obyektif.com, Wisnu Dewabrata, yang ikut jadi penggembira di Konas, mencatatkan hal-hal yang tidak diketahui publik. Berikut catatannya.

Misalnya, kenapa vandel Konas menggunakan cagak kayu berupa Tugu Monas Jakarta? Padahal penyelenggaraan Konas kan di Semarang, yang terkenal dengan ikon Tugumuda-nya? Kenapa menggunakan ikon dari Jakarta. Semula orang berpikir, karena Konas levelnya nasional, maka diambilkan ikon ibu kota, jadi sifatnya nasional. Ada lagi yang berpikir, kalau pembuatan kayu ukiran Tugumuda, lebih rumit. Kalau Monas kan sederhana. Jadi mudah membuatnya. Untuk menjawab kenapa seperti itu, obyektif.com menelusuri dulu siapa pembuatnya?

Ternyata yang membuat cagak kayu vandel Tugu Monas adalah seniman serba bisa dari Jepara, Rama Dinta. Maka ketika ada kesempatan, segera diawancara Rama, kenapa membuat ikon Tugu Monas. Inilah jawabannya. Gerakan moral menolak korupsi adalah berkaitan dengan koruptor. “Padahal sampeyan tahu kan, banyak Koruptor yang bersumpah mau gantung diri di Monas. Bahkan ada juga yang mau terjuan bebas. Jadi itulah kenapa saya buat Tugu Monas dan Bukan Tugumuda, untuk mengingatkan masyarakat, akan sumpah para koruptor, yang belum pernah dilaksanakan sampai hari ini, hehe..,” jelasnya. Wah, ternyata idenya briliant juga nih, Mas Rama.

Membicarakan Rama Dinta, tentu saja tidak bisa mengabaikan dua nama sahabatnya, Bontot Sukandar dari Tegal dan Wage Teguh Wiyono dari Purwokerto. Ketiganya, dalam setiap event seni, khususnya sastra, selalu kompak. Bahkan kalau melihat, salah satu tidak ada seperti gothang, alias tidak lengkap. Seringkali kami menyebutnya sebagai Trio Macan-nya Gerakan PMK. Ketiganya kalau berkumpul selalu ramai, gasak-gasakan, saling ledek, dan kadang seperti berkelahi, padahal sejatinya guyonan. Di Konas, ketiganya termasuk motor penggerak Konas, yang terhitung sregep dan bertanggung jawab.

Trio Macan yang lain, Jenderal Sosiawan Leak, Sulis Bambang, dan Heru Mugiarso. Mereka bertiga juga merupakan motor penggerak utama. Lalu Hilda Rumambi dan Na Dhien, dua bintang yang rela meninggalkan kotanya, berada di Semarang berhari-hari untuk mensukseskan Konas. Hilda adalah Ketua Tim Kerja Konas dan Na Dhien, Ketua Seksi Penggalangan Dana. Tentu ada bintang yang lain, misalnya Imam Subagyo dan Artvelo Sugiarto, yang ikut berkerja keras tanpa pamrih. Juga Kahar dari Sruwen, Fransiska Ambar Kristiani, dan Arya Sutha, si anak muda yang rajin sebagai sekretaris. Dan banyak teman lain kota yang ikut membantu yang tidak dapat disebutkan satu persatu di sini. Selamat dan sukses Konas 2016. Sampai jumpa tiga tahun mendatang, yang belum ditentukan kotanya. (Wisnu Dewabrata).

—————-

Rekomendasi Konferensi Nasional Gerakan PMK

Rekomendasi untuk pemerintah tentang kebijakan anti korupsi:
1.Penguatan lembaga penegak hukum terkait pemberantasan korupsi
2.Melakukan efisiensi dan transparansi anggaran
3.Penguatan nilai-nilai anti korupsi dalam dunia pendidikan

Rekomendasi untuk kelompok/ komunitas/ lembaga/ organisasi masyarakat non pemeritah tentang anti korupsi:
1.Menggiatkan kampanye anti korupsi dalam bentuk seni dengan melibatkan sanggar seni, komunitas pelajar, mahasiswa, santri, dan organisasi kepemudaan
2.Membangun jaringan relawan laskar anti korupsi lintas elemen masyarakat

Rekomendasi untuk Gerakan Puisi Menolak Korupsi Tentang Penerbitan Buku PMK:
1.Melakukan penerbitan buku Puisi Menolak Korupsi sedikitnya 2 kali dalam setahun.
2.Menentukan sub tema penerbitan berdasarkan masukan dari para Laskar PMK
3.Melakukan distribusi penerbitan dengan lebih meluas
4.Membuat e-book PMK
5.Meningkatkan kualitas seleksi atas kiriman karya peserta melalui tim kurator

Rekomendasi untuk Gerakan Puisi Mennolak Korupsi Tentang Road Show PMK:
1.Road Show harus punya target yang tepat, dengan persiapan matang serta mempunyai basis masa riil.
2.Menjalin kerjasama secara transparan dengan stake holder setempat
3.Bekerjasama dengan media massa
4.Melibatkan komunitas budaya lokal

Peserta Konas Gerakan PMK
Ungaran Cantik, 7 Agustus 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here