Beranda Tips Keuangan Waspadai Bank Agresif

Waspadai Bank Agresif

94
0
BERBAGI

Pihak Bank Indonesia (BI), dalam rangka mengamankan masalah pengendalian kartu kredit, jangan hanya terfokus pada “layak dan tidaknya” orang memegang kartu saja, tetapi juga harus mewaspadai pihak bank yang mengeluarkan kartu tersebut. Apalagi  bank-bank yang agresif.  Demikian hasil rangkuman wawancara wartawan Obyetif Cyber Magazine, kepada para nasabah kartu kredit di beberapa kota, di antaranya Semarang, Solo dan Yogyakarta, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Pengusaha dari Palm Hill Estate Semarang, Harjanto Soegiarto,SH, Ir Didiek Wiyono MBA dari PT Indoyogya, dan Mr Johny Tan dari Solo, secara terpisah menjelaskan, sekarang ini bank-bank penyelenggara kartu kredit tidak seperti dulu lagi. Strategi bisnisnya sudah berubah. “Makanya, BI perlu waspada kepada bank-bank yang agresif seperti itu,” tuturnya.

Menurut mereka, membayar tepat waktu terus pada kartu kredit, tidak menjamin aman. Soalnya, bagi bank yang agresif, nasabah bukan lagi dipandang sebagai asset, tetapi diperlakukan juga sapi perah yang bisa diperah terus. Malah kalau nasabahnya membayar tepat waktu terus dan tidak pernah nunggak, pihak bank tidak berterima kasih, tetapi malah sebaliknya, si nasabah “dikejar-kejar” terus.

Ada-ada saja alasannya. Nasabah mau diberi kartu kredit tambahan-lah, diberi pinjaman tanpa agunan, ditawari ansuransi, atau lain-lain produk bank yang intinya membebani. Kalau kita keberatan dan menolak, hampir setiap saat ditelp para sales-nya dan membujuk-bujuk lewat telepon. Repotnya, sales ketika menelpon ini, tidak mengingat waktu. Kadang pagi, kadang siang, kadang sore, dan seringnya pada jam-jam produktif yang sibuk.

“Apalagi kalau kita sedang meting, rasanya jengkel deh,” tutur Harjanto. Oleh sebab itu dia minta BI juga harus membuat aturan untuk bank yang agresif seperti itu. Masak penawaran lewat telepon dan kalau kita mau, bukti rekaman telepon dipakai  untuk “status yuridis”nya, kan repot. Para pengusaha itu minta, aturan untuk itu harus jelas. Misalnya semua penawaran harus tertulis. Bank seharusnya malah melindungi nasabah yang baik dan tidak malah merecokinya.

Disamping itu, kalau ada nasabah yang menggunakan kartu kreditnya dalam jumlah dana yang cukup banyak, pasti dibel diminta untuk mengangsur secara flat. Misalnya dibagi enam kali, 12 kali, dan seterusnya. Sehingga tidak bisa lagi membayar batas minimum, jadi berlaku seperti kalau kita melakukan kredit dana pada umumnya. Dalam hal ini para nasabah juga tidak suka.

Pengguna kartu kredit di Indonesia, terus meningkat. Data di BI menyebutkan, pada tahun 2007 penggunanya ada 9,7 juta. Namun meningkat tajam sampai tahun 2011 ini mencapai 13,8 juta yang diterbitkan oleh 21 bank penerbit. Katagori lima besar bank penerbit masing-masing BCA (2,2 juta kartu), Mandiri (2 juta kartu), BNI (1,6 juta kartu),Citibank (1,5 juta kartu), dan CIMB Niaga (1 juta kartu). Sebetulnya pihak bank tidak usah agresif dan ngoyak-ngoyak nasabahnya sudah dapat pemasukan dari uang iuran tahunan pemegang kartu cukup besar. Ditarik Rp 500 ribu, Rp 350 ribu dan Rp 150 ribu, untuk kartu platinum, gold dan silver ,per-tahunnya. Kalau dikalikan jutaan anggotanya, dari iuran saja, pendapatan bank yang bersangkutan bisa em.

Transaksi dari para pemegang kartu kredit juga besar. Tahun 2007 lalu, mencapai 72,6 triliun. Sampai dengan tahun 2011 ini peningkatannya membengkak 2,5 kali lipat menjadi Rp 163,2 triliun. Dengan pendapatan iuran dan transaksi sebesar itu, pihak bank kok masih tega merecoki nasabahnya, dengan tawaran-tawaran yang kadang tidak dibutuhkan. Padahal kalau nasabah terlalu “berat” dan bila pada akhirnya tidak bisa bayar, debt-colector-lah yang muncul dan menyebabkan berbagai perkara. (Mr Angga)

——————–

SEJARAH KARTU KREDIT

Kartu kredit pertama kali diperkenalkan pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. Pada mulanya orang menyebut sebagai uang plastik. Belakangan uang plastik atau kartu kredit ini menarik perhatian perhatian masyarakat di seluruh dunia.Kemudian pada tahun 1985, mulai diperkenalkan kartu kredit dengan hologram eksklusif yang canggih. Hologram pada kartu kredit ini dibuat dengan sinar laser yang kelihatan berbentuk tiga dimensi.

Selain itu, kartu kredit diberi ciri-ciri pengaman lain, antara lain kode-kode khusus dalam baris magnetik di belakangnya hingga bentuk tanda yang tidak kelihatan yang tampak di bawah cahaya ultraviolet. Ada juga kartu kredit yang diberi foto pemiliknya. Tujuannya untuk menghindari pemalsuan dan penyalahgunaan kartu kredit.

Meski menggunakan kartu kredit lebih leluasa dan mudah, namun yang patut diingat adalah menggunakan kartu kredit sama seperti Anda berhutang. Saat membeli sesuatu, Anda tidak perlu mengeluarkan uang tetapi cukup menggesek kartu kredit. Transaksi-transaksi pembelian yang dilakukan dalam periode satu bulan diakumulasikan menjadi total tagihan yang harus dibayar.

Pada tanggal tertentu setiap bulannya menjadi tanggal jatuh tempo yang merupakan tanggal paling lambat Anda membayarkan tagihan. Sebelumnya, lembar tagihan akan dikirimkan, yang berisi rincian tanggal transaksi, total tagihan dan jumlah minimum yang harus dibaya. (Mr Angga)

.————————–

MANFAAT KARTU KREDIT

Kartu kredit khususnya akan sangat bermanfaat pada saat-saat darurat ketika kita tidak memiliki uang tunai. Misalnya, saat harus membayar rumah sakit. Kartu kredit memberi tenggang sampai satu bulan untuk pelunasannya. Sehingga bila kita tidak memiliki dana tunai, kita masih dapat membayar biaya rumah sakit dan tagihan kartu kredit dibayar setelah mendapat gaji atau bila terpaksa kita dapat mencicilnya selama beberapa waktu.

Pada saat Anda harus bertransaksi online, salah satu pembayaran yang paling populer adalah dengan menggunakan kartu kredit. Manfaat lain adalah ketika Anda harus pergi ke suatu tempat yang tidak bijaksana untuk membawa uang tunai.

Anda juga dapat memanfaatkan promosi dari kartu kredit untuk mendapatkan diskon saat makan di restoran tertentu atau saat berbelanja di tempat tertentu. Bila yang dibeli memang hal yang penting dan diperlukan tentu Anda akan mendapatkan keuntungan dari diskon yang diperoleh. Tetapi hal ini perlu dicermati dengan baik. Bila tidak, akan membuat kita menjadi boros dengan membeli barang-barang yang tidak perlu atau bersantap di restoran karena tertarik dengan diskon yang diberikan. (Mr Angga)

—————————

BAHAYA KARTU KREDIT

Karena kemudahannya dan tidak perlu mengeluarkan uang saat membeli sesuatu, seringkali kita terlalu asyik berbelanja tanpa memperhitungkan berapa total uang yang sudah dikeluarkan. Selain itu, karena tidak menggunakan uang tunai, membuat total belanjaan tidak terasa besar dibandingkan berbelanja dengan uang tunai. Kita seolah-olah masih memiliki banyak uang karena uang tunai tidak terpakai.

Namun, apabila Anda tidak membayar secara penuh total tagihan maka bahaya siap menanti Anda. Anda memang dapat membayar jumlah minimum saja yang biasanya sebesar 10% dari total tagihan. Tetapi, kekurangannya akan dihitung sebagai hutang yang harus dibayar beserta bunganya yang sangat besar. Akibatnya, total yang harus dibayarkan akan sangat besar dan akan terus berbunga sehingga jumlah yang harus dibayar akan semakin membengkak.

Bila Anda belum melunasi selama beberapa waktu, bank akan mendatangkan debt collector yang dengan kasar akan memaksa Anda untuk membayar tunggakan tersebut. Banyak para pengguna kartu kredit akhirnya harus menjual hartanya untuk melunasi hutang yang membengkak akibat bunga kartu kredit. Pelu diketahui, bahwa suku bunga kartu kredit paling besar dibandingkan jenis kredit lainnya.

Kartu kredit juga seringkali digunakan dalam penipuan. Seseorang atau lembaga tertentu mungkin menipu Anda dengan berbagai cara untuk mendapatkan nomor kartu kredit Anda. Selanjutnya, mereka akan melakukan pembelian atau pengambilan uang dengan nomor kartu kredit Anda yang akan dibebankan kepada Anda sebagai pemilik kartu kredit. (Mr Angga)

—————————-

TIP BIJAKSANA DENGAN KARTU KREDIT

Keleluasaan dan berbagai keuntungan yang ditawarkan kartu kredit sebagian diimbangi dengan bahaya baik berupa godaan untuk membeli dan hidup di luar kemampuan. Selain itu juga bahaya penyalahgunaan dan penipuan kartu kredit. Mengingat bahaya yang mengancam dibalik penggunakan kartu kredit, maka tindakan bijaksana apa yang dapat Anda lakukan?

Jangan banyak: Disarankan jangan memiliki terlalu banyak kartu kredit. Memiliki banyak kartu kredit akan membebani Anda untuk membayar iuran tahunan dan membuat Anda tergoda untuk membelanjakan lebih banyak lagi. Maksimal 2 kartu kredit saja yang harus dimiliki. Bila Anda memiliki lebih dari itu, sebaiknya segera tutup kartu kredit lainnya.

Pertimbangkan: Pertimbangan dalam memilih kartu kredit mana yang akan dipertahankan antara lain suku bunga kartu kredit, limit kartu kredit dan manfaat yang ditawarkan kartu kredit yang benar-benar berguna bagi Anda.

Anggarkan dana untuk kartu kredit: Dalam menyusun anggaran belanja, masukkan besarnya dana maksimal yang boleh digunakan oleh kartu kredit.

Mencatat pembelian yang menggunakan kartu kredit: Dengan mencatatnya akan membantu Anda mengetahui berapa besar jumlah yang harus Anda bayar sehingga akan membantu Anda ‘mengerem’ pembelian selanjutnya. Catatan ini dapat dicocokkan dengan lembar tagihan untuk memastikan apakah Anda benar-benar melakukan pembelian tersebut.

Usahakan untuk selalu membayar penuh tagihan: Hal ini berguna agar Anda tidak terbeban oleh bunga yang sangat besar. Jangan tergoda untuk hanya membayar tagihan minimum. Bila Anda sudah memiliki cicilan atau hutang kartu kredit, prioritaskan dengan sungguh-sungguh untuk segera lunasi hutang Anda dengan bersikap lebih hemat. Misalnya dengan mengurangi mengunjungi cafe, mal atau makan di luar. Bila Anda kost atau menyewa rumah, pertimbangkan apakah Anda bisa pindah ke tempat lain yang lebih murah.

Hindari menggunakan kartu kredit untuk menarik tunai: Kartu kredit memang bisa digunakan untuk menarik uang tunai di ATM, tetapi hal ini tidak gratis. Anda harus membayar bunga penarikan tunai yang bahkan nilainya lebih tinggi lagi dibandingkan bunga untuk pembelanjaan.

Waspadai penipuan kartu kredit: Modus penipuan kartu kredit semakin bermacam-macam baik melalui telepon maupun Internet. Maka, tetaplah berhati-hati dengan tidak memberitahukan nomor kartu kredit, tanggal jatuh tempo, atau informasi lainnya terhadap orang yang tidak dikenal. Jangan pula meminjamkan kartu kredit kepada orang lain. Jangan biarkan keuangan Anda memburuk dengan terlilit hutang kartu kredit. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar keuangan Anda tetap baik. (Mr Angga)

————————-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here