Beranda Hot News Wismilak DSC Tantang Nyali Pemuda

Wismilak DSC Tantang Nyali Pemuda

151
0

Semarang, (obyektif.com) – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Semarang, Gunawan Witjaksana, menilai upaya Diplomat Success Challenge ( DSC), untuk menggembleng pemuda yang bergerak ke dunia bisnis, sebagai terobosoan yang strategis bagi kaum muda di tanah air. Sebab kondisi persaingan global di dunia bisnis yang sangat kompetitif saat ini, nyaris membuat runtuh peluang bisnis generasi kita. Hal ini disampaikan, menjawab pertanyaan wartawan, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, menurut Gunawan, progam DSC harus terus diperluas ke berbagai segmen masyarakat, seperti kelompok UKM, industri rumah tangga, kalau perlu DSC membentuk jaringan untuk menemukan wirausaha-wirausaha mandiri di pelosok tanah air, tuturnya.

Untuk tahun 2016 ini, guna menggairahkan minat kalangan muda untuk berwirausaha, PT Wismilak Inti Makmur menyelenggarakan DSC ketujuh dengan hadian total Rp 2 miliar. “Melalui kegiatan tersebut diharapkan para pengusaha muda, termasuk para calon pengusaha, bisa mengirimkan proprosal ke tim DSC untuk dilombakan,” kata Surjanto, perwakilan DSC, beberapa waktu lalu saat presentasi di depan kalangan jurnalis yang sekaligus wirausahawan, di Semarang. DSC tahun ini merupakan yang ketujuh. Ada sekitar 6.000 proposal yang masuk.

Melalui program ini pihak Wismilak tidak hanya memberikan hadian kepada pemenang, tetapi juga melakukan pendampingan untuk perkebangan usaha para pemenang. “Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini, persaingan antar-pengusaha semakin ketat. Masing-masing mencari peluang dengan mengedepankan produk unggulan dan pelayanan maksimal, termasuk sistem pemasarannya dalam merekrut costumer. Untuk itu para pengusaha kita, termasuk para pelaku UKM harus siap dengan segala kemampuannya,” tutur Surjanto.

Wismilak ingin di Negara ini tumbuh pengusaha-pengusaha muda dengan kemampuan yang memadai. Melalui program DSC yang digelar sejak 2010 dengan dana dari CSR Wismilak, diharapkan akan muncul wirausahawan-wirausahawan muda yang tangguh dan mampu menghadapi kompetisi di era MEA ini.

“Kami berharap program DSC ini akan mampu menjadi muara dari program terpadu yang dirancang untuk mendorong munculnya pengusaha pemula, dan pengusaha yang kekurangan modal tetapi memiliki semangat dan kemampuan memadai. Setelah startup teruji. DSC akan memberikan pendampingan selama satu tahun yakni sebagai  bagian dari  business incubator yang kelak bisa saling share diantara mereka sekaligus mengembangkan usaha sebagai mitra kerja,” tambah Surjanto mengakhiri pembicaraan. (Solikun Raket).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here